
HARI Minggu 11 Desember 2022 mendatang, Pura Mangkunegaran di Solo akan menjadi ajang resepsi ngundhuh mantu Presiden Jokowi, atas perkawinan putra bungsunya Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono. Undangan yang disebar sebanyak 6.000 untuk kalangan pejabat tinggi negara sampai rakyat biasa. Tapi yang hadir memenuhi undangan itu diprediksi tinggal sebanyak 5.999 orang, karena mantan Menko Maritim Rizal Ramli absen dengan alasan ada acara lain di Riau.
Pernikahan Kaesang – Erina digelar di Pendopo Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu (10/12). Dilanjutkan dengan upacara adat di Loji Gandrung rumah dinas Walikota Surakarta, pada hari Minggu 11 Desember berikutnya. Puncaknya adalah resepsi pernikahan di Pura Mangkunegaran yasan (dibangun) oleh Pangeran Sambernyawa (Mangkunegara I) pendiri Kadipaten Mangkunegaran.
Ini merupakan resepsi pernikahan agung yang ke-2 di Pura Mangkunegaran. Yang pertama adalah saat perkawinan Gusti Nurul putri KGPA Mangkunagara VII dengan RM Suryosurarso pada tahun 1951. Saat itu, resepsi di gelar dua kali yakni pada siang hari dan malam hari. Begitu antusiasnya rakyat menyambut pernikahan agung tersebut, undangan sampai diperjual-belikan. Bahkan banyak tamu yang menyelinap sembunyi di dalam kompleks Mangkunegaran dengan maksud nanti malamnya berkesempatan lagi menyaksikan resepsi perkawian Gusti Nurul – RM Suryasurarso tersebut.
Bedanya dengan pernikahan agung Kaesang – Erina sekarang adalah, tak ada upacara adat di pendapa Pura Mangkunegaran. Sebab sebagaimana aturan yang dibuat oleh KGPA Mangkunegara X yang berkuasa sekarang, dan ini berlaku secara turun temurun, prosesi pernikahan secara lengkap di Pura Mangkunegaran hanya untuk trah Mangkunegaran saja.
Presiden Jokowi sendiri juga mengakui, sedianya prosesi ngundhuh mantu putra bungsunya tersebut akan digelar di gedung Graha Saba Buana milik sendiri. Tapi kebetulan di hari yang sama tempat tersebut sudah diboking keluarga lain. “Jadi tak mungkin mentang-mentang saya pemiliknya –presiden lagi– lalu memerintahkan pemesan gedung sebelumnya harus pindah ke tempat lain,” kata Presiden Jokowi.
Sebagaimana perkawinan Gibran Rakabuming Raka pada 2017 dulu, Presiden Jokowi juga tak siapkan kotak sumbangan sebagaimana lazimnya orang mantu. Maklumlah, ini kan yang punya gawe orang nomer satu di Indonesia. Sedangkan keluarga lain yang merupakan orang nomer ke ratusan juta di Indonesia, kan hanya keluarga biasa. Bahkan ada lho pengantin di era milenial, kasarnya bilang begini: tak hadir tak masalah, yang penting angpaunya di transver ke rekening BCA Nomer sekian sekian…..
Pada resepsi di Pura Mangkunegaran ini, Presiden Jokowi telah menyebarkan undangan sebanyak 6.000 buah. Semua mantan menterinya juga diundang termasuk Rizal Ramli eks Menko Maritim. Di sinilah terlihat kebesaran jiwa Presiden Jokowi. Meski si Rajawali Ngepret ini rajin “nggebuki” dirinya baik secara personal maupun pemerintahannya, beliau tetap mengundang Rizal Ramli sebagai tamu kehormatan.
Tetapi mungkin Rizal Ramli sendiri menyadari akan segala perilakunya terhadap Presiden Jokowi selama ini, sehingga dia memilih tidak hadir dengan pemberitahuan lewat twiter seperti ini: “Mas Jokowi, terima kasih atas undangannya. Selamat, semoga berbahagia dan amanah” Alasannya, di hari yang sama kebetulan beliaunya ada acara di Riau yang tak bisa ditinggalkan. Nah, dengan ketidakhadiran mantan Menko Maritim Rizal Ramli ini, berarti nanti undangan yang hadir di Mangkunegaran tinggal 5.999 orang saja.
Berita bakal tidak hadirnya Rizal Ramli ini banyak mendapat tanggapan dari para warganet. Mereka menyayangkan sikap Rizal Ramli. Mestinya pemberitahuan itu cukup lewat telepon atau WA pada Presiden Jokowi, bukan dipublikasikan lewat medsos. Kesannya Rizal Ramli ingin menunjukkan bahwa dirinya masih orang penting, sampai-sampai Presiden Jokowi pun masih mengundangnya.
Sebetulnya, Rizal Ramli datang atau tidak pada perkawinan Kaesang-Erina Gudono, tak ada pengaruhnya sama sekali. Termasuk pada nominal omset sumbangan, karena Presiden Jokowi juga tidak mau menerima sumbangan dari para tamu. Acara ngundhuh mantu itu baru kacau manakala yang tidak hadir justru Kaesang atau Erina selaku pelaku utama dalam resepsi itu sendiri. (Cantrik Metaram)




