CIANJUR – Banyak kisah haru dari gempa Cianjur, salah satunya kisah seorang anak berusia tujuh tahun yang tertimpa puing reruntuhan gempa
“Ada anak usia 7 tahun, ia mengalami patah pada paha sebelah kanan akibat terkena reruntuhan pada saat gempa,” tutur Muhammad Faisal, tim RDK (Respon Darurat Kesehatan) LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) Dompet Dhuafa.
Faisal menuturkan sewaktu terjadi gempa, anak yang mengalami patah pada paha sebelah kanan ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Akan tetapi keadaan rumah sakit pasca gempa terjadi belum sepenuhnya stabil. RSUD ini pun mengalami kerusakan di beberapa bagian.
“Keadaan rumah sakit masih tidak stabil akibat gampa, sehingga anak ini dirujuk ke RSHS Bandung untuk dilakukan operasi, pemasangan ORIF (Open Reduction Internal Fixatiol),” ujar Faisal.
Setelah menerima perawatan di RSHS (Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin) Bandung, kemudian tim RDK LKC-DD melakukan penjemputan atau mengantar pasien pulang dari RSHS Bandung. Ini merupakan langkah kolaborasi yang dilakukan oleh RDK LKC-DD oleh Dinas Kesehatan Cianjur. Penjemputan dilakukan di malam hari pada hari Kamis, 1 Desember 2022.
“Kami, tim RDK LKC Dompet Dhuafa sudah berkolaborasi dengan Dinkes Cianjur yang telah mempercayakan tim RDK untuk pasien-pasien rujuk penyintas gempa Cianjur, dan ketika kami diminta untuk mengantarkan pasien patah tulang ini pulang dari RSHS Bandung, langsung kami segera bergerak untuk mengantar pasien yang bersangkutan dari rumah sakit menuju tujuan di CIpanas, Kabupaten Cianjur,” tutur Faisal, dikutip dari keterangan tertulis.





