Berkah, La Nina dan Paceklik Akan Datang Berbarengan

Ilustrasi/ Foto: Panoramio.com

JAKARTA – Berdasarkan informasi dari BMKG, potensi anomali iklim La Nina diprediksi datang pada Juli 2016. Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman ini akan menjadi berkah dan rahmat karena bertepatan dengan musim paceklik.

“Kita baru bicara dengan BMKG, Nina terjadi Juli, Agustus, September, ini berkah, rahmat,” katanya di Jakarta, Selasa (17/5/2016), dilansir dari ROL.

Menjadi suatu berkah karena La Nina akan mengundang basah dan diharapkan mencukupi kebutuhan air untuk pertanaman di periode tersebut.

Mentan Amran mengungkapkan selama 70 tahun petani Indonesia selalu lemah dan rendah produktivitas tanamnya ketika paceklik tiba. Namun kali ini optimalisasi tanam dan tambah tanam akan dijalankan agar masa kritis pandi Desember 2016 dan Januari dan Februari 2017.

Sementara itu ia juga mengatakan kini Kementan terus mengevaluasi kinerja Kepala Dinas di daerah serta TNI dalam percepatan penyerapan gabah. Ia menekankan penyerapan jangan sampai di bawah 50 ribu ton per hari.

Menurutnya, per hari ini pasokan beras telah terkumpul sebanyak dua juta ton dan gabah 2,3-2,4 juta ton. Persediaan pasokan jelang ramadhan juga terus dioptimalkan.

Ia pun menyinggung masalah harga bawang yang sempat tinggi, “Bawang kita sudah selesai, kerja sama dengan Kemendag dan Bulog, jangan dibesar-besarkan,” ujarnya.

Jelang Ramadhan, ia berharap para pedagang mau bekerja sama menjaga kekhusukan Ramadhan dengan menjaga harga pangan stabil.

Advertisement