KUNINGAN – Intensitas hujan yang sudah tidak terlalu sering, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat akan mencabut siaga bencana longsor dan pergerakan tanah yang selama musim hujan ini kerap terjadi di daerah ini.
“Nanti akhir Mei kami cabut siaga bencana longsor dan pergerakan tanah, mengingat intensitas hujan sudah sedikit,” kata Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan Agus Mauludin, di Kuningan, Rabu (18/5/2016).
Ketika status siaga, warga harus waspada dan tidak diperbolehkan beraktifitas di kawasan longsor, namun kini warga sudah boleh melakukan aktifitas seperti biasanya karena kondisi sudah tidak membahayakan.
Selama musim hujan kali ini, Agus mengatakan sudah terjadi kurang lebih 60 kali bencana longsor, dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Tetapi dibanding tahun-tahun sebelumnya bencana kali ini ada penurunan, karena pihaknya sudah mengantisipasi dan mengimbau masyarakat setempat untuk lebih waspada.
“Ada korban jiwa satu orang, tapi longsor kali ini tidak separah tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya, dikutip dari Antara.





