JAKARTA, KBKNEWS.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengungkap adanya perbedaan data dengan pemerintah terkait jumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dihentikan sementara operasionalnya.
Jika pemerintah sebelumnya menyebut ada 1.738 SPPG yang ditutup sementara, Charles mengklaim jumlah sebenarnya sudah melebihi 4.000 dapur.
“Menurut informasi yang saya dapatkan dari internal Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah dapur yang sudah ditutup sementara bukan 1.738, tetapi sudah mencapai lebih dari 4.000 dapur,” ujar Charles, Kamis (14/5/2026).
Ia menilai kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi tata kelola program MBG yang kini berjalan di berbagai daerah. Menurut Charles, banyak dapur tidak memenuhi standar umum, mulai dari aspek higienitas, kualitas bahan pangan, kesiapan sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana.
Charles juga menyebut ada dapur yang dipaksakan tetap beroperasi meski belum benar-benar siap.
“Jangan sampai target percepatan justru mengorbankan standar keamanan pangan dan kualitas layanan kepada masyarakat,” katanya, dilansir.com.
Menurutnya, program MBG berkaitan langsung dengan kesehatan anak-anak sehingga standar keamanan pangan tidak boleh ditawar.
Ia meminta pengawasan di lapangan diperketat agar program tersebut tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi penerima manfaat.
Sebelumnya, pemerintah melalui BGN menyebut ribuan dapur MBG dihentikan sementara karena belum memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan. Penutupan dilakukan untuk proses evaluasi dan pembenahan fasilitas.





