Hari Rabu Pon Keramat

Kasus paparan dan kematian Covid-19 di China mereda sehingga diharapkan juga di bagian dunia lainnya sebagai pertanda, pandemi segera akan berakhir?

KULTUR orang Indonesia, khususnya orang Jawa, masih mengistimewakan bahkan mengeramatkan hari-hari tertentu. Bukan saja masyarakat secara personal, tapi juga termasuk lembaga negara. Maka jika KPK nangkepi koruptor tiap hari Jumat, Presiden Jokowi punya tradisi mereshufle kabinetnya di hari Rabu Pon. Sehubungan dengan isyu reshuffle kabinet, hari Rabu 1 Februari besuk yang bertepatan dengan Rabu Pon, bikin sejumlah menteri kebat-kebit.

Dalam Islam, hari paling istimewa adalah hari Jumat, sebab di hari itu umat Islam lelaki (muslimin) diwajibkan menjalankan salat Jumat, yang waktunya bertepatan dengan salat dhuhur sekitar pukul 12:00 siang. Dalam Qur’an surat Jum’ah ayat 9 disebutkan, Hai orang yang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan shalat pada hari jumat, maka bersegeralah kamu dalam mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Hubungan suami istri (jimak) yang banyak disebutkan sebagai “sunah rosul”, konon lebih banyak pahalanya bila dilakukan pada malam Jumat. Soalnya ada hadits yang tak jelas rowi atau periwayatnya (dhoif = lemah) bahwa jimak suami istri di malam Jumat itu pahalanya sama dengan membunuh 40 Yahudi. Lha Yahudi salah dan dosa apa, kok harus dikambinghitamkan dan ditumbalkan demi wisata halal di ranjang suami istri?

Setelah ada Jumat nikmat, ada pula Jumat Keramat yang menjadi trade merk KPK. Sebab seseorang yang diperiksa KPK di hari Jumat, bisa saja dari saksi meningkat statusnya menjadi tersangka. Maka para pejabat yang diperiksa di hari Jumat bisa menjadi Jumat Kiamat. Sebab bila salah ngomong bisa langsung ditahan karena statusnya telah menjadi tersangka dengan dua alat bukti yang cukup.

Hari lain yang disakralkan adalah Rebo Pon. Hari kelahiran Presiden Jokowi ini dijadikan moment oleh Presiden untuk mereshufle kabinetnya, gara-gara si menteri tak bisa kerja. Banyak sudah menteri Jokowi yang jadi korban Rebo Pon. Tapi ironisnya, ada menteri yang sudah dipecat di hari Rebo Pon lain waktu malah dipromosilkan partai dan bohir untuk menjadi Gubernur. Padahal dalam prakteknya, setelah terpilih dia benar-benar tak bisa kerja lagi.

Hari ini kembali sejumlah menteri sport jantung, karena isyunya hari Rebo besok yang pasaran Jawa-nya juga jatuh pada Pon, akan makan korban sejumlah menteri. Isyunya, yang jadi sasaran tembak menteri-menteri dari Nasdem. Tapi setelah Surya Paloh sang juragan ketemu Presiden Jokowi, isyu itu memudar. Mensekab Pramono Anung sendiri ragu akan isyu tersebut, sebab Rabu besok Presiden Jokowi mau ke Bali. Tapi bisa saja kan, pengumuman reshuffle dilakukan dari Pulau Dewata.

Ternyata Rebo Pon juga diyakini menjadi hari istimewa oleh mantan Menpen Harmoko. Di  hari kelahirannya itu dulu Harmoko punya acara macapatan di rumahnya, Komplek Patrajasa Kuningan, Jaksel. Pada malem Rabu Pon 36 hari sekali secara rutin digelar kegiatan nembang Jawa dari Pangkur, Sinom, Dandanggula, Megatruh sampai Kinanti dan Durma; yang dihadiri para pemerhati seni dan budaya Jawa, di antaranya Suparmin Sunjoyo Ketua Senawangi dan Adimulyo mantan jendral TNI-AL bintang dua.

Nah, ketika mantan Menpen Harmoko bermaksud menggelar Festival Macapatan dan menunjuk penulis jadi Ketua Panitia festival, penulis mengurbankan diri untuk direshufle alias mundur, karena merasa tak mampu mencari sponsor. Kelanjutannya tak tahu lagi, apakah festival macapatan itu apakah jadi berlangsung atau tidak. Yang jelas, kegiatan macapatan Rebo Pon itu terhenti seiring dengan semakin sepuhnya beliau. Seperti diketahui Menpen tiga periode era Soeharto itu telah berpulang pada 4 Juli 2021, hanya beda beberapa hari dengan Kidalang Manteb Sudharsono.

Ki Anom Suroto dalang kondang dari Surakarta, juga punya tradisi Rebo Legen di rumahnya, Notodiningratan 100, Solo. Pada malam kelahirannya tersebut dalang-dalang kondang Jatim-Jateng-DIY bahkan Suriname diberi kesempatan mendalang semalam suntuk. Ternyata dari rekamannya tersebut Ki Anom bisa menyerap banyak ilmu dari dalang-dalang lainnya, sehingga nantinya bisa untuk memperkaya pakelirannya sendiri dalam setiap pementasan. Ini namanya kulakan ilmu untuk dijual kembali. (Cantrik Metaram).

           

 

 

Advertisement