GARUT – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan aktivitas sesar garsela jadi penyebab gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,3 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Rabu (1/2) malam.
Hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif berupa Sesar Garsela dengan mekanisme sesar mendatar.
“Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif berupa Sesar Garsela dengan mekanisme sesar mendatar,” kata Plt Kepala Badan Geologi M Wafid dalam keterangan tertulis, Kamis (2/2).
Menurut peta geologi lembar Garut dan Pameungpeuk dari Badan Geologi, lanjut Wafid, terdapat sesar mendatar di sekitar lokasi pusat gempa bumi.
Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.
“Badan Geologi akan mengirim Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana untuk menginventarisir dampak kejadian gempa bumi dan memberikan rekomendasi teknis, serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut,” ujar Wafid.





