5 Cara Wakaf Online Aman, Amanah dan Mudah

Ilustrasi wakaf digital. (Foto: Ist)

JAKARTA – Pesatnya perkembangan Informasi dan Teknologi (IT) menjadi ladang emas untuk segala industri, termasuk industri syariah. Data Reportal.com menyatakan per Januari 2020 terdapat 175,4 juta masyarakat Indonesia yang menggunakan internet untuk beraktivitas.

Maka dari itu, seiring perkembangan zaman IT, cara wakaf online jadi tren terkini di Indonesia. Hal ini memudahkan siapapun yang ingin melakukan wakaf.

Bentuk pengumpulan dana juga berkembang, seperti tabungan wakaf. Misalnya, wakif sebagai seseorang yang memiliki harta wakaf ingin mewakafkan tanah untuk membangun pesantren khusus dhuafa. Lalu, ia butuh dana untuk pembangunan pesantrennya, kemudian ia mengajak komunitas untuk penggalangan dana dengan nominal donasi seikhlasnya.

Pada dasarnya, wakaf online di Indonesia memudahkan wakif dan donatur untuk pengumpulan dana. Keduanya bisa melaksanakan kegiatan seru lainnya sambil berwakaf.

Manfaat lainnya untuk wakif dan donatur yaitu cepat, karena wakif tidak perlu mengantre untuk transaksi wakaf. Kemudian, wakaf digital sangat menghemat waktu dan biaya transportasi.

Di samping kemudahannya, masih ada perdebatan mengenai wakaf online. Dalam ayat surah Al Baqarah 2 : 282 menyebutkan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَٱكْتُبُوهُ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.”

Ayat ini mengandung pesan bahwa pencatatan akad muamalah harus dilakukan, khususnya akad yang memiliki batas waktu dan waktu tidak terbatas, seperti wakaf. Sehingga, meskipun wakaf dilakukan secara digital, administrasinya mesti tertata rapi.

Merebaknya wakaf online di Indonesia menjadi jalan untuk menebar kebaikan di dunia dan tabung bekal di akhirat. Tetapi, masih banyak pula keraguan mengenai keabsahan wakaf digital.

Seperti minimnya ikrar yang dilakukan antara wakif dan nazir sebagai pengelola wakaf dan transparansi. Maka dari itu, Anda perlu mencermati cara wakaf online aman, amanah, dan mudah berikut ini.

1. Kenali Lembaga Wakaf di Indonesia

Wakaf merupakan instrumen kesejahteraan umat untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Pengelolaan wakaf tidak bisa sembarangan, maka dari itu, kenali lembaga wakaf untuk mengetahui apakah lembaga sesuai syariat atau tidak. Pilihlah lembaga yang sudah memiliki izin untuk mengadakan donasi wakaf di Indonesia.

Anda juga bisa cek kredibilitasnya melalui sosial media. Pelajari lembaga melalui sosial media resmi seperti Instagram atau website. Umumnya, lembaga kredibel memiliki website untuk dikulik informasinya, seperti Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, dan lain sebagainya.

2. Kenali Program dan Tujuannya

Data reportal.com melansir bahwa per Januari 2020 terdapat 160 juta pengguna sosial media (sosmed) di Indonesia. Tenang, dari sekian juta pengguna sosmed, Anda tidak sendiri yang kepo tentang wakaf digital.

Setelah kenal dengan lembaga, cari tahu program dan tujuannya melalui sosial media seperti Instagram, Facebook, bahkan website. Pelajari program wakaf untuk satukan visi dan misi.

Salah satu hukum wakaf dalam Islam ialah manfaat benda, barang, atau bangunan harus sesuai syariat. Artinya, benda yang dibangun di atas tanah wakaf atau barang yang diwakafkan harus memiliki manfaat berkepanjangan dan tahan lama.

3. Perbanyak Literasi Wakaf Online

Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa indeks literasi ekonomi syariah masih rendah, yakni 16,2%. Hilangkan kekhawatiranmu tentang wakaf digital dengan perbanyak literasi. Pada dasarnya, wakaf digital memudahkan umat dalam bertransaksi.

Di era serba cepat ini, banyak sekali webinar mengenai wakaf uang yang diselenggarakan oleh pengelola resmi. Selain itu, banyak pula jurnal penelitian wakaf dari sudut pandang ekonomi syariah di Google Scholar. Website lembaga wakaf juga buat artikel ringan yang gampang dibaca.

4. Transparansi Laporan

Lembaga wakaf Indonesia yang kredibel harus memiliki transparansi laporan. Dilansir dari media, pemerintah mendukung program wakaf uang untuk dikelola secara akuntabel, amanah, dan profesional, sebagaimana diucapkan oleh Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani.

“Islam hadir di tengah masyarakat di dalam rangka melindungi jiwa, akal, keturunan, keluarga, serta harta manusia. Prinsip Islam tersebut disebut makasid syariah. Ini sejalan dengan program-program kesejahteraan sosial yang dijalankan pemerintah saat ini.”

5. Transparansi Komunikasi

Wakif dan donatur perlu transparansi komunikasi. Untuk wakif, wakaf identik dengan ikrar. Maka dari itu, wajib adanya transparansi komunikasi antara donatur, wakif, dan pengelola wakaf.

Perluasan komunikasi melalui sosial media dapat meningkatkan kepercayaan donatur. Pilihlah lembaga yang selalu memperbarui (up to date) laporan dan menjaga hubungan baik dengan wakif dan donatur.

Mari mempercepat Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia dengan wakaf digital. Saling rangkul saudaramu untuk merasakan pendidikan, fasilitas, dan masa depan yang lebih terjamin melalui wakaf. (tabungwakaf.com)

Advertisement