HARI ke-347 Perang Rusia vs Ukraina

Perang Rusia - Ukraina sudah memasuki hari ke-347 (5/2), atau hampir setahun. Belum ada yang mengaku kalah, sementara pasokan senjata mengalir terus. Entah sampai kapan selesai? Korban pun terus berjatuhan

PERANG Rusia dan Ukraina yang sudah memasuki  hari ke 347, Minggu (5/2)  sejak invasi Rusia 24 Februari tahun lalu, menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy,  situasinya  bertambah sulit, dan kedua belah pihak belum ada yang mengaku kalah.

Pimpinan kelompok tentara bayaran Wagner Rusia, mengungkapkan, pertempuran sengit sedang berlangsung untuk memperebutkan kota Bakhmut di timur Ukraina, sebaliknya pasukan Ukraina bertekad untuk mempertahankan kota tersebut.

Sampai hari ini satuan-satuan Ukraina masih betahan di kota Bilohorivka, sebaliknya bloger militer yang pro-Rusia mengklaim kemajuan tentara Rusia yang sedang bergerak ke sana.

Presiden Zelenskyy juga sedang melakukan pembersihan terhadap anasir-anasir politisi pro-Rusia di pemerintahannya dengan mencabut kewarganegaraan mereka.

Pihak Barat sendiri terutama AS terus menggelontorkan persenjataan tak saja untuk membuat pasukan Ukraina  mampu bertahan, tetapi juga melakukan ofensif terhadap kedudukan  pasukan Rusia.

AS baru saja mengumumkan bantuan persenjataan bernilai 2,2 miliar dollar AS berupa peluncur roket presisi tinggi dan sistem rudal pertahananan udara Hawk serta sejumlah amunisi dan senjata lainnya.

Sejumlah negara seperti Jerman dan Polandia sudah bersedia mengirimkan tank-tank tenpur utama Leopard 2 buatan Jerman, Portugis menyusul, sementara Inggeris sedang melatih tentara Ukraina mengoperasikan tank-tank Challenger 2 yang juga akan dikirim.

Menhan Ukraina olexii Reznikov juga yakin pasukannya akan mampu menahan gerak maju pasukan Rusia yang diperkirakan akan menyerang bertepatan degan setahun invasi negara itu (24/2) walau pasokan senjata dari AS dan Barat  tiba lebih lambat.

Ia menilai, Rusia bisa saja memaksakan diri untuk meningkatkan serangan pada hari bersejarah bagi lawannya tersebut, namun kesiapan pasukan tidak menunjang, sehingga yang dilancarkan lebih bersifat simbolis ketimbang hitung-hitungan militer.

“Terlepas dari apa yang bakal terjadi, kami perkirakan pihak Rusia akan melancarkan serangan pada Februari ini, “ ujarnya.

Menjelang setahun perang Rusia – Ukraina, kedua belah pihak diperkirakan masing-masing sudah kehilangan sekitar seratus ribu personilnya, belum lagi alutsista tank-tank, pesawat tempur, helikopter dan aset militer lainnya yang rusak atau hancur.

Perang juga menimbulkan kesengsaraan bagi warga Ukraina yang kehilangan tempat berteduh, sekolah, rumah sakit dan prasarana serta sarana publik lainnya  akibat dibombardir rudal, roket atau peluru meriam Rusia.

Ratusan ribu penduduk Ukraina menyebar di sejumlah negara Eropa sebagai pengungsi, sebagian lagi tewas terperangkap pertempuran atau mengalami cacat permanen.

Namun di balik seruan int’l agar mereka kembali ke meja perundingan, pasokan persenjataan juga terus mengalir, membuat Ukraina semakin “PD” bakal mampu mengungguli Rusia.

Sebaliknya Rusia pun tidak mau kehilangan muka, sehingga mengerahkan segala daya dan kekuatan militernya untuk memenangi peperangan.

Jadi tidak ada habisnya, perang terus berlanjut. Entah sampai kapan?

(AFP/AP/Reuters).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement