
TIDAK hanya perseorangan atau korporasi, sejumlah negara pun terancam bangkrut di tengah himpitan ekonomi akibat pandemi global Covid-19 dan dampak berlarut-larutnya perang Rusia lawan Ukraina.
PRESIDEN Sri Lanka Ranil Wickremesinghe memperkirakan pemulihan ekonomi negaranya tidak bisa langsung pulih segera dan a akan tetap bangkrut setidaknya ampai tiga tahun ke depan, 2026.
Wickremesinghe diangkat menjadi presiden di tengah puncak kerusuhan nasional yang dipicu kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan selama berbulan-bulan pada 2022.
Ia berupaya memperbaiki situasi Sri Lanka yang berstatus bangkrut dengan menaikkan pajak dan bernegosiasi bersama kreditur internasional serta menata kembali pemerintahan dengan menggelar pilkada Februari bulan ini.
“Jika semua berjalan sesuai rencana, kita dapat keluar dari kebangkrutan pada 2026,” katanya dalam pidato di parlemen yang mendesak dukungan untuk mereformasi ekonomi yang dianggap keputusan politik tidak populer oleh rakyat.
“Saya ingin membangun kembali negara ini dari krisis yang telah terjadi,” lanjutnya, dikutip dari kantor berita AFP.
Wickremesinghe sebelumnya mengatakan, perekonomian Sri Lanka mungkin mengalami kontraksi hingga 11 persen pada tahun kalender terakhir, seiring cadangan devisa Sri Lanka mengering sehingga para pedagang tidak dapat mengimpor barang-barang pokok.
Namun demikian Rabu (8/2) ia menyatakan, ekonomi negara akan kembali tumbuh pada akhir 2023, karena langkah-langkah pendapatan baru meningkatkan pundi-pundi pemerintah.
Faktanya, sebagian besar nelayan Sri Lanka tidak bisa lagi melaut karena tidak mampu membeli bahan bakar, sementara subsidi bahan bakar dan listrik dihapus sehingga rakyat yang sudah dihantam  krisis ekonomi termasuk inflasi yang membubung tinggi bertambah sulit.
Pidato kebijakan Wickremesinghe diwarnai pemogokan serikat buruh besar-besaran dikuti oleh pekerja pengawas lalu lintas udara, dokter, dan sejumlah karyawan sektor industri lainnya.
Presiden mengatakan, Sri Lanka sudah mencapai tahap akhir diskusi IMF untuk mendapatkan dana talangan (bailout) awal sebesar 2,9 miliar dollar AS (Rp 44 triliun) yng empat tertunda oleh negosiasi restrukturisasi utang yang berlarut-larut dengan China dan kreditur besar lainnya.
Wickremesinghe turut mengemukakan, Sri Lanka sedang berdiskusi langsung dengan China tentang utangnya yang belum terbayar, tetapi sudah menerima tanggapan positif dari semua pihak dan sedang menuju kesepakatan akhir.
Berdasarkan catatan analis keuangan Bloomberg, ada 25 negara yang terancam bangkrut akibat krisis ekonomi global saat ini. al. El Salvador, Ghana, Tunisia, Pakistan, Mesir, Kenya, Argentina Ukraina dan 17 negara lainnya, sementara RI termasuk negara yang mampu bertahan, bahkan mampu memacu pertumbuhan ekonominya sampai 5,3 persen pada 2023. (reuters/ns)




