Dampak Negatif Anak Kurang Makan Sayur

Ilustrasi anak makan sayur. (Foto: SHUTTERSTOCK/Oksana Kuzmina)

JAKARTA – Kurang makan sayur bisa berdampak tidak baik bagi kesehatan anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak juga bisa tidak optimal jika mereka kurang asupan gizi dari sayur.

Oleh karena itu, orang tua perlu mencukupi kebutuhan gizi anak saat memasuki usia 1 hingga 12 tahun agar dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan yang sehat pada anak, termasuk memerhatikan asupan sayur.

Sayangnya, tidak jarang orang tua menghadapi tantangan di mana anak menjadi susah makan, termasuk tidak mau makan sayur. Jika kurang makan sayur, anak setidaknya bisa mengalami tiga masalah kesehatan.

  • Risiko Obesitas dan Masalah Kesehatan Lainnya

Sayur mengandung serat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi risiko obesitas.

Jika anak kurang makan sayur, mereka mungkin lebih cenderung mengonsumsi makanan olahan yang tinggi kalori dan rendah serat sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas dan.

Dalam jangka panjang, kekurangan makan sayur dapat menimbulkan masalah lain seperti diabetes dan penyakit jantung.

  • Masalah Mental dan Emosional

Sayur juga merupakan sumber nutrisi penting untuk kesehatan mental dan emosional, terutama asam folat yang dikenal dapat meningkatkan mood, suasana hati, dan mengurangi risiko depresi.

Jika anak kurang makan sayur, mereka mungkin lebih rentan terhadap masalah mental dan emosional.

  • Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut

Sayur yang dikonsumsi dengan cara dimakan segar atau dikonsumsi dalam bentuk jus juga dapat membantu membersihkan gigi dan mulut serta mencegah masalah seperti plak dan gigi berlubang.

Ada tiga cara yang bisa dilakukan orang tua supaya anak berselera untuk makan sayur, yaitu menyajikan sayur dalam bentuk menarik, membiarkan anak memilih sayur yang disukai saat berbelanja, dan mengajak mereka memasak sayur bersama.

Sumber: Antara

Advertisement