Kesaksian Warga Serasan Mendengar Suara Gemuruh dan Ledakan Sebelum Longsor

Ilustrasi longsor / foto: BNPB

PONTIANAK – Seorang korban bencana tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kailan (77) memberikan kesaksian mendengar suara gemuruh disertai ledakan, sebelum musibah longsor yang menewaskan menantunya itu terjadi pada Senin (6/3).

Dia menuturkan, saat subuh dia keluar rumah dan sudah banjir setinggi mata kaki orang dewasa. “Saya lihat pagi-pagi airnya masih jernih, tidak lama kemudian tiba-tiba air jadi keruh. Salah satu teman saya mengatakan hal itu pertanda akan terjadi longsor,” kata Kailan saat ditemui di rumah keluarganya di Jalan Karet, Pontianak, Rabu.

Kailan merupakan salah satu korban tanah longsor di Serasan. Kailan, mertua dari Susi (41), korban yang mengalami patah leher dan meninggal dalam perjalanan menuju Pontianak.

Kailan menjelaskan sebelum longsor memang curah hujan cukup tinggi. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, terdengar suara gemuruh dan ledakan di bukit belakang rumah warga. Hal itu terjadi sebelum material tanah longsor dan limpahan air menimpa rumah.

“Posisi saya sedang duduk di warung, tiba-tiba ada suara gemuruh dan ledakan disertai asap dari bukit, tidak lama kemudian terjadilah bencana tanah longsor,” katanya lagi.

Ia menambahkan bencana longsor yang menimpa Pulau Serasan itu baru pertama kali terjadi sepanjang hidupnya, sehingga tidak ada yang menyangka akan terjadi hal tersebut.

 

Advertisement