
RAMADHAN masih beberapa hari lagi, Idul Fitri apalagi, masih jauh, tapi seperti tahun-tahun sebelumnya, harga-harga kebutuhan pokok, baik di ibukota mau pun wilayah lain di Indonesia sudah merambat naik.
Di sejumlah pasar di wilayah DI Jakarta, harga cabe rawit melonjak beberapa hari terakhir ini dari Rp60-ribu per Kg menjadi Rp80-ribu sampai Rp100-ribu, bawang merah dari Rp35-ribu menjadi Rp50-an ribu, sementara ayam potong (boiler) dari Rp24-ribu  naik menjadi  Rp26-ribu sampai Rp27-ribu per Kg.
Di sejumlah wilayah di Jawa Timur, dilaporkan, warga sulit mendapatkan minyak goreng Minyakita yang HET-nya Rp14-ribu per liter atau beras kualitas medium yang HET-nya Rp9.300 per Kg, sementara harga telur ayam naik dari Rp27-ribu menjadi Rp30-ribu.
Mengingat kenaikan harga pangan berkontribusi besar bagi kenaikan inflasi, diharapkan pemerintah pusat dan daerah melakukan intervensi melalui program operasi pasar, penggelaran bazar atau pasar murah.
Bagi umat muslim yang bertahan dalam suasana keprihatinan akibat berbagai pembatasan dan belitan kesulitan ekonomi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tiga tahun berturut-turut (2020, 2021 dan 2022) di tengah pandemi Covid-19, diharapkan tahun ini lebih melegakan.
Roda-roda ekonomi sudah mulai menggeliat lagi dan kehidupan normal sudah mulai terasa lagi dengan diakhirinya PPKM awal Januari lalu.
Semoga Ramadhan dan Idul Fitri 1444H tahun ini dilalui dengan lancar dan penuh kekhusukan.




