JAKARTA – Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI), Prof DR dr Ferdiansyah, SpOT(K), memberikan peringatan bahwa penanganan patah tulang yang tidak benar dapat memperburuk kondisi pasien dan bahkan menyebabkan kelumpuhan.
Ia menegaskan bahwa tulang tidak berdiri sendiri dan dikelilingi oleh saraf, otot, dan pembuluh darah. Jika manipulasi dilakukan dengan cara yang tidak tepat, justru dapat memperberat kondisi pasien dan menyebabkan masalah pada pembuluh darah dan saraf.
“Harus diingat, tulang tidak berdiri sendiri. Di sekitarnya ada saraf, otot, pembuluh darah. Kalau kita melakukan manipulasi dengan cara yang tidak benar maka justru memperberat. Yang ditakutkan (mengenai) pembuluh darah dan saraf,” ujarnya dikansir dari Antara, Kamis (6/4/2023)
Ferdiansyah menjelaskan bahwa setiap pasien yang mengalami cedera harus didiagnosis dengan baik untuk mendapatkan penanganan yang tepat sehingga fungsi tulang dapat pulih seperti sedia kala.
Ia menambahkan penyembuhan patah tulang pada anak dan dewasa berbeda. Pada anak, patah tulang bisa sembuh dalam waktu satu hingga dua bulan. Sementara, pada orang dewasa membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Ferdiansyah membahas mengenai orang-orang yang memilih pengobatan alternatif untuk mengatasi masalah kesehatan seperti patah tulang atau penyakit kronis. Ia tidak dapat memberikan pendapat mengenai efektivitas pengobatan alternatif tersebut tanpa adanya bukti ilmiah yang memadai.
Oleh karena itu, ia menyarankan adanya evaluasi dan pembuktian ilmiah terhadap pengobatan alternatif tersebut agar masyarakat tidak berasumsi.
Contohnya, akupunktur dahulu dianggap sebagai pengobatan alternatif, namun sekarang sudah dibuktikan secara ilmiah sehingga ada dokter ahli akupunktur.
“Semisal akupunktur, dulu dianggap alternatif, sekarang ada dokter ahli akupunktur, karena sudah jelas, bisa dibuktikan. Mestinya, (pengobatan) apapun yang dikerjakan ada monitoring dan evaluasi untuk efektivitasnya. Karena tanpa itu, nanti kita berasumsi, dan itu tidak bagus,” tuturnya.
Dia mebyatankan, sebelum memilih pengobatan alternatif yang belum terbukti secara ilmiah, disarankan agar seseorang tetap berkonsultasi dengan dokter atau mengunjungi rumah sakit.
Belakangan ini, Ida Dayak, seorang wanita asal Kalimantan Timur, menjadi sorotan publik karena dikatakan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan mengoleskan minyak pada bagian tubuh yang sakit.





