JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Barat mengimbau masyarakat waspada terhadap fenomena pergerakan tanah di Cilongkrang.
yang berdampak langsung pada jalan nasional jalur Pantai Selatan, menghubungkan antara Kabupaten Cilacap dengan Kabupaten Pangandaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Erna Suharyati mengatakan berdasarkan tinjauan PJ Bupati Cilacap, tanahnya masih bergerak, dan sangat mengkhawatirkan, untuk itu BPBD sudah bergerak mengamankan warga terdampak, dan saat ini sudah disiapkan pengungsian.
Berdasarkan laporan BPBD Cilacap, pergerakan tanah ini mengakibatkan jalan nasional ambles sepanjang 30 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman hingga 60 centimeter, serta sempat membuat lalu lintas tersendat.
Erna mengatakan, fenomena pergerakan tanah ini sudah langganan terjadi di Desa Cilongkrang, Kecamatan Wanareja, akibat adanya aliran air di bawah badan jalan dan hujan deras dengan durasi yang cukup lama.
Erna juga melaporkan, seperti dilansir Antara, lokasi kejadian ada di empat titik, di empat desa pada dua kecamatan, yakni Desa Bantar, Kecamatan Wanareja, Desa Tarisi, Cilongkrang, kemudian Desa Negarajati, Cimanggu. Lalu, terjadi juga susulan tanah longsor di Desa Binggeng, Kecamatan Dayeuhluhur.
Adapun menurut laporan BPBD, pergerakan tanah ini dilaporkan terjadi pada Jumat dan Sabtu (5-6 Mei) secara bersusulan.
Saat ini, BPBD Cilacap sudah bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jawa Barat untuk perbaikan jalan, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mitigasi jangka panjang.





