Rusia dan Ukraina Sepakat Terima Usulan Perdamaian dari Afrika

Warga menunggu diluar pusat akomodasi sementara setelah menyelamatkan diri dari invasi Rusia di Ukraina, di Korczowa, Polandia, Kamis (3/3/2022). (Foto: REUTERS/Yara Nardi)

CAPE TOWN – Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, mengungkapkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, telah sepakat untuk bertemu dengan sekelompok pemimpin Afrika guna membahas rencana perdamaian dalam konflik antara kedua negara tersebut.

Ramaphosa menyatakan, percakapannya dengan kedua pemimpin tersebut menunjukkan bahwa mereka berdua bersedia menerima kunjungan pemimpin-pemimpin Afrika dan membahas bagaimana konflik ini dapat diakhiri.

Rincian terperinci tentang rencana tersebut belum diungkapkan kepada publik, meskipun Ukraina menetapkan syarat bahwa penarikan semua pasukan Rusia dari wilayahnya merupakan prasyarat dalam setiap kesepakatan perdamaian.

“Keberhasilan rencana tersebut akan bergantung pada hasil diskusi yang akan dilakukan,” kata Ramaphosa, dalam konferensi pers yang diadakan bersama Perdana Menteri Singapura di Cape Town, Selasa (16/5/2023).

Dilansir dari Reuters, Putin dan Zelenskyy telah setuju untuk menerima kunjungan delegasi Afrika di ibu kota masing-masing, yaitu Moskow dan Kiev, seperti yang diungkapkan dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Presiden Afrika Selatan.

Rencana perdamaian ini juga mendapat dukungan dari para pemimpin Afrika di negara-negara seperti Senegal, Uganda, Mesir, Republik Kongo, dan Zambia.

Ramaphosa menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Inggris telah menyatakan dukungan mereka yang “hati-hati” terhadap rencana ini, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah diberi pemahaman mengenai inisiatif tersebut.

Rusia telah melakukan invasi terhadap Ukraina pada bulan Februari tahun lalu, namun perang tersebut sebagian besar mengalami kebuntuan, meskipun Ukraina diperkirakan akan segera melancarkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah yang diduduki oleh Rusia.

Sebagai salah satu sekutu terdekat Moskow di benua tersebut, Afrika Selatan menyatakan bahwa mereka tidak memihak dan tidak memberikan suara dalam resolusi perang yang diusulkan oleh PBB.

Sumber: Antara

Advertisement