Tips untuk Calon Haji Indonesia Hadapi Cuaca Panas di Madinah

Ilustrasi para jamaah umroh melalui kontrol paspor setibanya di bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, sebelum dimulainya ziarah haji tahunan di kota suci Mekah/ AFP

MADINAH –  Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah Abdillah mengatakan suhu saat ini di Madinah masih di bawah 40 derajat Celsius, namun terasa di kulit.

“Panasnya tidak langsung menyengat, tapi lama-lama terasa di kulit. Harus rajin pakai sunblock,” ujar Abdillah saat memberi arahan dalam apel pagi petugas haji Daker Bandara dan Daker Madinah di Kantor Daker, Senin (22/5/2023), seperti dilansir Republika.co.id.

Suhu panas tidak hanya akan membuat kulit gosong, tetapi juga menyebabkan dehidrasi. Jamaah Haji Indonesia diminta memperhatikan beberapa hal untuk menghindari penurunan daya tahan tubuh akibat cuaca panas di tanah suci.

Diantaranya, membawa botol minum saat beraktivitas di Masjid Nabawi atau lokasi lainnya. PPIH menyarankan agar rutin mengonsumsi air setiap setengah jam. Kemudian membawa semprotan air untuk sesekali disemprotkan ke wajah.

Selain itu, udara di Arab Saudi, termasuk di Madinah, memiliki kelembaban rendah. Kulit dan bibir mudah kering, karenanya  dapat menimbulkan gatal-gatal dan bibir pecah-pecah.  Jamaah disarankan berbekal lipbalm atau pelembab bibir dan losion tubuh ber-SPF.

Sebagai informasi, rombongan pertama jamaah haji Indonesia dijadwalkan akan diberangkatkan pada Rabu, 24 Mei 2023, pukul 00.30 WIB. Mereka yang antara lain berangkat dari embarkasi Bandara Soekarno Hatta akan tiba di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Azis Madinah pukul 06.20 waktu setempat.

Advertisement