Penelitian Baru Ungkap Vitamin K Bisa Cegah Diabetes

Ilustrasi. (Foto: Neolife)

JAKARTA – Penelitian terbaru oleh para peneliti Kanada mengungkapkan bagaimana vitamin K, yang umumnya terdapat dalam sayuran hijau, dapat mengatur kadar gula darah.

Artikel yang diterbitkan oleh Medical Daily pada Senin (22/5/2023), melaporkan bahwa studi sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara kurangnya asupan vitamin K dan peningkatan risiko diabetes.

Vitamin K merupakan nutrisi yang larut dalam lemak dan memiliki peran penting dalam pembekuan darah, kesehatan tulang, dan jantung.

Nutrisi ini juga dapat mencegah penumpukan kalsium di arteri, sehingga mengurangi risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan ginjal.

Walaupun kekurangan vitamin K jarang terjadi, kadar yang tidak mencukupi dapat menyebabkan masalah dalam pembekuan darah, melemahkan tulang, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Vitamin K mudah dipecah dan dikeluarkan dari tubuh melalui urin atau tinja. Bahkan dengan asupan yang tinggi, vitamin ini jarang menyebabkan keracunan dalam tubuh, berbeda dengan nutrisi larut lemak lainnya.

Sayuran seperti kangkung, bayam, kubis Brussel, kol, brokoli, serta daging seperti hati sapi, daging giling, ayam, dan bacon, merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin K. Sumber lainnya termasuk chard Swiss, plum, blackberry, dan blueberry.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Cell Reports, para peneliti dari Université de Montréal tidak hanya menemukan hubungan antara vitamin K dan diabetes, tetapi juga menemukan bagaimana vitamin K membantu menjaga gula darah tetap terkendali.

Para peneliti sangat tertarik dengan temuan baru ini karena diabetes diketahui disebabkan oleh penurunan jumlah sel beta atau ketidakmampuan mereka dalam memproduksi insulin yang cukup.

“Untuk memahami mekanisme seluler di mana vitamin K mempertahankan fungsi sel beta, penting untuk menentukan protein yang menjadi target karboksilasi gamma dalam sel-sel tersebut,” kata Mathieu Ferron, peneliti utama studi ini.

Tim peneliti berhasil mengidentifikasi protein baru yang tergantung pada vitamin K, membuka jalan bagi bidang penelitian baru. Mereka menemukan protein gamma-carboxylated baru yang disebut ERGP.

Protein ini memainkan peran penting dalam menjaga tingkat kalsium fisiologis dalam sel beta untuk mencegah gangguan dalam sekresi insulin.

Julie Lacombe, salah satu peneliti dalam studi ini, menambahkan bahwa hasil penelitian mereka menunjukkan betapa pentingnya vitamin K dalam mengaktifkan protein gamma-carboxylated agar ERGP dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Sumber: Antara

Advertisement