JAKARTA – Elsya Sandria selaku Influencer dan Super Volunteer Dompet Dhuafa membagikan pengalamannya saat ikut dalam proses distribusi Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa di Masamba.
Dia bersaksi jika penyebaran hewan kurban yang dilakukan Dompet Dhuafa merata hingga ke pelosok. Ketika di Masamba, menurutnya akses jalan yang harus ditempuh rusak dan perlu waktu 7 jam untuk mencapai lokasi.
“Aku jadi saksi, ternyata di pelosok sana memang ada yang makan daging cuma setahun sekali. Aku juga bawa sapi nyebrang sungai, karena jalan utamanya putus. Sampai lokasi penerima manfaat, mereka sesenang itu, bahkan teriak-teriak ‘ada sapi, ada kurban, makan sate’,” aku Elsya, dalam acara Kurbanaval, di Taman literasi, Kebayoran Baru.
Sementaa Mariatul Kibtiah atau yang akrab disapa Lia selaku Ketua THK Dompet Dhuafa 2023 menerangkan bahwa program ini telah hadir sejak tahun 1994 dengan nama Tebar 999. Adapun nama Tebar Hewan Kurban (THK) sendiri berganti mulai tahun 1997. Pasalnya, dari tahun ke tahun, ternyata Dompet Dhuafa mampu melampaui jumlah 999 dalam penyebaran hewan kurban.
Selain itu, disampaikan juga bahwa dalam Program Tebar Hewan Kurban ini, Dompet Dhuafa berupaya melakukan distribusi merata. Bukan hanya di kota besar, melainkan juga menyasar pelosok negeri yang terpencil atau yang sulit dijangkau. Sebab, masih banyak di pelosok sana, masyarakat kita yang belum mendapat pemerataan hewan kurban saat hari raya Iduladha.
“Masih ada di pelosok sana yang makin daging setahun sekali, atau ada juga yang makan nasi dengan air,” terang Lia.
“THK tahun ini sudah 29 tahun sejak 1994 yang hadir dengan tujuan untuk sebaran/pemerataan distribusi. Berkat amanah pekurban THK juga, program ini juga bukan hanya transaksional, namun pemberdayaan. Prosesnya bahkan dilakukan jauh-jauh hari dengan Quality Control, apakah sudah sesuai dengan syariat, serta memastikan hewannya jantan untuk menjaga keberlangsungan reproduksinya,” ungkap Lia, dilansir dompetdhuafa.org.





