PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), melaporkan bahwa selama periode Januari hingga pertengahan Juni 2023, terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan sekitar 23 hektare lahan di daerah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengungkapkan bahwa karhutla terjadi hampir setiap hari di berbagai lokasi di Palangka Raya.
Untungnya, kata dia, petugas dari BPBD Kota bersama-sama dengan tim gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait di Pemerintah Provinsi Kalteng bekerja keras untuk memadamkan api yang melahap lahan kosong tersebut.
“Selama enam bulan terakhir, tim gabungan lapangan berhasil memadamkan api di berbagai titik kejadian. Bahkan, dalam beberapa kasus, helikopter water bombing digunakan untuk memadamkan api di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim lapangan,” ujar Heri.
Heri juga menyampaikan bahwa hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir ini dapat membantu dalam pemadaman dan menghidrasi lahan yang saat ini kering akibat cuaca panas yang berkepanjangan.
Hujan ini setidaknya dapat mengurangi potensi karhutla. Dia berharap agar karhutla tidak seburuk pada tahun 2015, sehingga langkah antisipatif terus dilakukan dengan berbagai cara.
“Kami berharap hujan akan terus turun dalam beberapa hari ke depan, sehingga karhutla di Kota Palangka Raya tidak terjadi setiap hari dan kota kami tidak menghasilkan asap yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat setempat,” ucap Heri.
Tim gabungan dari BPBD Kota Palangka Raya, TNI, dan Polri yang berada di setiap kelurahan tetap berjaga selama 24 jam untuk menghadapi ancaman karhutla. Selain itu, tim gabungan juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla secara massal.
Sumber: Antara





