TEPI BARAT – Presiden Palestina Mahmud Abbas memutuskan untuk menangguhkan kontak dan koordinasi keamanan dengan Israel sebagai tanggapan serangan pasukan Israel terhadap kamp pengungsi Jenin, Tepi Barat.
Diketahui serangan Israel tersebut telah menewaskan sepuluh warga palestina. Abbas juga meminta dunia internasional tak bungkam atas aksi Israel di Jenin.
Juru bicara kantor kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh, menambahkan, semua komitmen dan kesepakatan dengan Israel yang dicapai di perundingan Aqaba dan Sharm El Sheikh tak lagi berlaku. Perundingan itu digelar pada 26 Februari dan 19 Maret lalu untuk meredam ketegangan di seluruh wilayah Palestina.
Rudeineh menyatakan apa yang dilakukan pemerintahan pendudukan terhadap Jenin dan kamp pengungsi di sana merupakan kejahatan perang terhadap warga Palestina.
‘’Rakyat Palestina tak akan menyerah atau mengibarkan bendera putih tetapi akan tetap berdiri di tanah mereka menghadapai agresi brutal hingga penjajah dikalahkan dan kemerdekaan diraih,’’ tegas Rudeineh, dilansir Anadolu Agency.





