Siklon Tropis Jangmi Picu Pertumbuhan Awan Hujan, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Umat Islam dianjurkan berdoa saat hujan (Foto: Thinstock)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi pergerakan Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina bagian utara yang memicu pembentukan area konvergensi dan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Prakirawan BMKG Henokvita mengatakan, siklon tersebut saat ini memiliki kecepatan angin maksimum hingga 35 knot dengan tekanan udara minimum 998 hektopascal (hPa).

Sistem cuaca ekstrem itu diperkirakan bergerak ke arah barat laut utara dan terus menguat dalam 48 hingga 72 jam ke depan.

“Diprediksi bergerak ke arah barat laut utara dan akan terus meningkat dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Pasifik utara, Maluku Utara hingga utara Papua,” kata Henokvita dalam siaran cuaca yang dipantau dari Jakarta, Sabtu (30/5).

Selain pengaruh Siklon Tropis Jangmi, BMKG juga mencatat kemunculan sirkulasi siklonik di Laut China Selatan yang memicu terbentuknya daerah konvergensi hingga Kepulauan Natuna. Kondisi tersebut turut mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.

Menurut BMKG, anomali dinamika atmosfer tersebut memicu terbentuknya sabuk konvergensi sekunder yang membentang dari Papua hingga Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, dan Jawa Tengah.

Kombinasi fenomena atmosfer itu berdampak pada meningkatnya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah. BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk wilayah Indonesia bagian barat, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Jambi, Banjarmasin, dan Tanjung Selor. Sementara Jakarta, Banda Aceh, Palembang, hingga Surabaya diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal.

Adapun wilayah Indonesia bagian timur didominasi potensi hujan ringan di Palu, Kendari, Ternate, Ambon, dan Merauke. Sementara Gorontalo berpotensi mengalami hujan yang disertai petir.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here