Nenek-Nenek Main Judi

Para nenek di NTB ditangkap polisi gara-gara ngabuburit dengan cara main judi kertu ceki.

ISYU tentang perempuan cocoknya dibahas di bulan April. Tapi repotnya, April 2023 sudah lewat, dan jika nunggu April 2024 keburu basi! Tapi masalahnya memang unik dan menarik. Betapa tidak? Anggota DPRD DKI yang sudah nenek-nenek, Cinta Mega (60), tertangkap basah main judi slot ketika sedang mengikuti sidang DPRD. Keruan saja langsung kena sanksi, si nenek terkena PAW (Pergantian Antar Waktu). Habisnya, namanya Cinta Mega tapi tindakannya malah bikin malu Megawati Ketum PDIP.

Awalnya banyak yang mempertanyakan, namanya kok Cinta Mega, mungkin ayahnya pengagum Megawati. Tapi ditilik dari tanggal lahirnya, tahun 1963 Megawati belum jadi apa-apa meski putri Presiden Sukarno. Kala itu dia hanyalah seorang gadis sedang belajar menari Jawa bersama adik-adiknya di Istana, diajari oleh Srimulyono dan Mulwanto diplomat RI yang bertugas di Manila.

Atau jangan-jangan yang bersangkutan terpesona pada Megawati tahun 1990-an, ketika putri Bung Karno ini mulai menunjukkan giginya melawan Orde Baru dan Pak Harto-nya. Ganti nama memang tidak sulit, bukan pakai jenang abang putih, tapi cukup diurus lewat Pengadilan Negeri. Yang jelas dengan nama  Cinta Mega dewi fortuna selalu menyertai, sehingga ketika dia ikut Pileg di DKI berhasil lolos ke Kebon Sirih sampai dua periode. Tapi gara-gara main game judi slot, langsung tamat riwayatnya seperti rusa dilanda asmara (lagu Tety Kadi tahun 1967-an).

Apa sih sebetulnya judi slot itu, apa hubungannya dengan jenang alot? Judi slot adalah bentuk perjudian di mana pemain memainkan mesin slot untuk mencoba keberuntungan mereka dalam memenangkan hadiah. Prinsip dasar judi slot yaitu pemain harus menarik tuas atau menekan tombol putar untuk memutar gulungan yang berisi simbol-simbol.

Cinta Mega membantah bermain judi, tapi hanya main game di kala sidang DPRD bersama Plt Gubernur Heru Budi Hartono, sangatlah tidak etis. Dan itulah budaya modern berkat teknologi informasi. Cinta Mega tidak sendirian. Dulu juga ada anggota DPR dari PKS mengundurkan diri, gara-gara Arifinto ketahuan nonto video porno saat sidang di Senayan.

Kalau anggota DPR tidur dalam sidang, sering terjadi, bahkan masal! Tapi mereka tak pernah ada yang dicopot. Sebab ngantuk itu sangat manusiawi, dan bisa saja dia ngantuknya akibat semalam sibuk rapat-rapat komisi. Untung kita bukan di Korea Utara. Di sana apapun alasannya, ngantuk dalam upacara kenegaraan, bisa ditembak mati atas perintah Kim Jong Un.

Maka bila Cinta Mega main HP dalam sidang, bisa saja dia mengusir kejenuhan. Tapi mengusir kejenuhun dengan main judi slot, memalukan! Dan bila benar Cinta Mega main judi slot, janggal juga rasanya. Nenek-nenek kok main judi. Lazimnya yang bermain judi itu kan kaum lelaki, karena judi adalah dunia lelaki. Apa ini bagian dari emansipasi wanita? Dulu perempuan tidak boleh sekolah, sekarang perempuan bermain judi. Jika yang bermain adalah nenek-nenek, itu namanya neli alias nenek lincah!

Tapi jangan kaget, pada April 2022 lalu sebanyak 5 perempuan nenek-nenek bermain judi kartu ceki ditangkap polisi di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Mereka adalah, WK (75), NR (54), KS (57), WT (80), dan IWU (81). Alasan mereka adalah menunggu bedug buka, karena bulan Ramadan. Inalillahi……, ngabuburit bukannya jalan-jalan di halaman mesjid gede bersama cucu, eh…..malah main kertu!

Dulu yang bermain judi kartu ceki ya para kaum lelaki, katanya untuk njaga praja (jaga kehormatan) ketika ada yang punya hajat. Mereka rela jual padi di lumbung demi gengsi. Tapi kini berjudi jadi hobi kaum perempuan juga. Padahal yang namanya judi, bisa bikin orang mata gelap, apa saja miliknya dijual demi judi. Ada tetangga penulis melarat karena judi gara-gara dikutuk Rhoma Irama. Tetangga yang sangat sosial bilang, “Aku mau menolongmu dengan syarat, ceraikan dulu istrimu yang penjudi itu!” Tentu saja ini buah simalakama bagi suaminya. Dimakan, ibu mati. Tidak dimakan ayah yang meninggal. Apa jalan tengahnya dikulum saja? (Cantrik Metaram).

Advertisement