TEPI BARAT – Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, sebanyak 167 warga Palestin di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur meninggal akibat serangan Israel sepanjang tahun ini.
OCHA menambahkan, jumlah itu bertambah dari tahun lalu dimana kematian mencapai 155 orang, yang sebelumnya merupakan angka tertinggi sejak 2005, dan tahun 2023 ini menjadi rekor tertinggi melampaui tahun-tahun sebelumnya.
Warga Palestina yang meninggal bukan hanya disebabkan serangan pasukan tentara Israel, tapi juga oleh para pemukim. Sebagaimana dilansir WAFA, OCHA mengatakan sejak awal tahun ini hingga 7 Agustus 2023 lalu, total warga Palestina di Tepi Barat yang telah dibunuh pemukim Israel berjumlah tujuh orang.
Dalam laporannya OCHA mengungkapkan, antara 25 Juli dan 7 Agustus 2023 sebanyak 276 warga Palestina, termasuk setidaknya 60 anak-anak, terluka oleh pasukan Israel di Tepi Barat.




