
UNTUK kesekian kalinya, upacara kenegaraan HUT RI ke-78 diperingati di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara hari ini. Tetapi kemungkinan, ini merupakan upacara kenegaraan HUT RI yang terakhir di Istana Gambir (sebutan di jaman Belanda). Mengapa? Sebab sebagaimana pernah dijanjikan Presiden Jokowi, Insya Allah peringatan HUT RI ke-79 sudah pindah ke Istana Negara di IKN Kaltim, yang kini sedang dikebut pembangunannya.
Sebenarnya bukan janji, tetapi optimisme atau harapan Presiden Jokowi, ketika disampaikannya di Menara Pandang, kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis 23 Februari 2023. “Ya, jadi ini kawasan istana, Istana Kepresidenan, yang saya optimis tahun depan bulan Agustus Insya Allah sudah bisa upacara di sini,” ujar Presiden saat memberikan keterangan pers.
Bukan tanpa alasan Presiden Jokowi mengatakan demikian. Sebab ketika berbicara dengan perancangnya, dengan pelaksana di lapangan, dengan para supervisi di lapangan, manajer di lapangan; semua optimis Insya Allah selesai. Dan mereka ini bukan tipe orang ABS (Asal Bapak Senang), sebab presiden akan mengecek langsung. Jika tak mungkin datang sendiri, pastilah lewat orang-orang kepercayaannya. Mana yang ngibul pasti ketahuan!
Presiden juga mengatakan bahwa pembangunan Istana Kepresidenan ini akan sesuai dengan desain yang telah dirancang sebelumnya. Namun, kemungkinan terdapat beberapa bagian yang harus menyesuaikan kondisi di lapangan. Kata Jokowi, dari desain, pembangunan, semuanya oleh kita sendiri, putra-putri bangsa terbaik Indonesia. Presiden juga memastikan bahwa Istana Kepresidenan ini akan langsung ditempati ketika proses pembangunannya telah selesai. Hal tersebut dilakukan agar kawasan IKN ini menjadi ramai, sehingga dapat meningkatkan geliat pembangunan di sekitarnya.
Masih ada waktu sekitar 2,5 bulan Presiden Jokowi nganyari (menempati pertama kali), sampai dilantiknya Presiden RI ke-8 pada 20 Oktober 2024. Ya semoga saja di tempat barunya itu Presiden tidak “kesepian” karena belumnya lengkapnya prasarana, namanya juga kota baru. Makanya supaya regeng (ramai) akan dibangun juga sekolah dari TK, SD, SMP, SMA, universitas. Fasilitas kesehatan sebagaimana Rumah Sakit, poliklinik juga akan dibangun, termasuk juga tempat hiburan perbelanjaan dan lain-lain.
Pendek kata sebagaiana kata Presiden Jokowi, IKN yang saat ini sedang dibangun, sebagai kawasan pemerintahan menawarkan suasana yang berbeda. Dengan demikian akan banyak menarik investor lokal maupun asing untuk berinvestasi di kawasan ini. Maka sebelum lengkap segala prasarana kota pemerintahan, segala kebutuhan masyarakat kota baru itu bisa terpenuhi dari kota terdekat, yakni Balikpapan yang berjarak sekitar 50 Km.
Melalui jalan tol, nantinya IKN-Balikpapan bisa ditempuh hanya 30 menit. Karenanya kini tengah disiapkan tiga seksi jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan, Kalimatan Timur, dengan IKN. Tiga seksi jalan tol itu adalah Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau (13,4 Km), Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung (7,32 Km), dan Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang (6,67 Km). Ditargetkan ketiga seksi jalan tol itu selesai pada pertengahan tahun 2024 atau sebelum upacara HUT RI ke-79.
Kementrian Perhubungan juga sedang ngebut pembangunan bandara khusus VVIP (very very important person ) IKN. Desain runway dan terminalnya akan menunjukkan ciri khas budaya Kalimantan. Selain itu, bandara ini juga akan berkonsep ramah lingkungan atau green airport. Dengan bandara khusus ini poros Jakarta – IKN tidak lagi tergantung pada bandara Sepinggan di Balikpapan.
Kata Deputi Pendanaan dan Investasi IKN Agung Wicaksono, progres pembangunan IKN Nusantara sudah mencapai 36 persen dan berjalan sesuai rencana. Sedangkan pembangunan Istana Presiden di IKN telah mencapai 23 persen. Kementrian PUPR juga sedang mempersiapkan pembangunan plaza dan lapangan upacara di depan kawasan Istana Presiden di IKN Nusantara. Tentu saja rerumputannya dipilih yang bagus, meski tidak standar FIFA. Diharapkan lapangan atau tempat upacara tersebut dapat dirampungkan pembangunannya pada akhir Desember tahun ini. Sedangkan, Istana Negara dan Kantor Presiden ditargetkan bisa diselesaikan pada Juli 2024.
Sejak groundbreaking proyek IKN Nusantara tahun 2020 hingga saat ini, anggaran yang sudah dikucurkan pemerintah mencapai Rp 54 triliun. Pada APBN 2024 juga sudah dialokasikan Rp 40,6 triliun. Dengan dana yang cukup ditopang progres pembangunan yang positip, mimpi Presiden Jokowi Insya Allah akan tercapai. Tapi jika ibukota RI sudah full pindah ke IKN Nusantara, Jakarta mau dijadikan apa?
Yang jelas kota Jakarta takkan lagi menyandang nomenklatur Daerah Khusus Ibukota (DKI), bisa saja nantinya menjadi MIN alias Mantan Ibukota Negara, sehingga sebutannya menjadi MIN Jakarta. Maka Gubernurnya nanti bisa saja menjadi MIN Jakarta Heru Budi Hartono, atau MIN Jakarta Gibran Rakabuming, atau bisa juga MIN Jakarta Anies Baswedan. Lho, kok balik lagi……, ya bisa saja namanya juga demokrasi.
Jika merunut sejarah, sebaiknya Balaikota sebagai tempat kerja Gubernur MIN Jakarta dipindahkan dari Merdeka Selatan ke Istana Gambir ini. Sebab di masa penjajahan Belanda, semua Gubernur Jendral Hindia Belanda menempati gedung ini sebagai kantornya. Sebab meski gedung itu ibarat sudah bulukan (dibangun 1873 -1879), tapi arsitekturnya sangat antik dan telah merekam sejuta peristiwa. (Cantrik Metaram)




