Yaman Masih Rawan, 46 WNI Dievakuasi

Ilustrasi/ Foto: kemlu.go.id

YAMAN – Perang saudara yang terus terjadi di Republik Yaman membuat 46 Warga Negara Indonesia (WNI) kembali di evakuasi. Proses evakuasi difasilitasi Kedutaan Besar RI (KBRI) Sana’a di Yaman.

Republika.co.id melaporkan berdasarkan keterangan pers KBRI Sana’a , keberangkatan rombongan evakuasi dari Tarim menuju Salalah yang berjarak 969 kilometer menggunakan transportasi darat melalui perbatasan Yaman-Oman, pada Rabu (25/5/2016).

Kamis (26/5/2016) seluruh peserta evakuasi tersebut tiba di Salalah, Oman. Selama di Salalah, seluruh WNI yang dievakuasi ditempatkan di sebuah penampungan yang difasilitasi oleh KBRI Sana’a.

Barulah Jumat (27/5/2016) mereka yang terdiri atas 45 pelajar dan satu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Kota Tarim diberangkatkan ke Jakarta melalui Bandara Internasional Salalah dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (28/5/2016).

Sekretaris Ketiga sekaligus Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) KBRI Sana’a untuk Republik Yaman Dr. Sulthon Sjahril Sabaruddin menekankan pentingnya menjaga keselamatan para WNI.

“Sekembalinya ke tanah air diharapkan agar memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh di Republik Yaman demi kemajuan bangsa dan negara,” pesannya.

Sementara itu menurut Sekretaris Ketiga sekaligus Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler Rediatma Ihsan Supriyadi kegiatan evakuasi itu merupakan yang ketiga sepanjang 2016.

Situasi di Republik Yaman saat ini masih sangat rawan dikarenakan perang saudara yang masih terus berlangsung. Seluruh proses kegiatan evakuasi tahap ketiga tersebut telah dilaksanakan secara tertib dan lancar.

Advertisement