5 WNI Terdampak Konflik Sudan Berhasil Dievakuasi dan Dipulangkan

Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Sudan tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/5/2023). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)

JAKARTA – KBRI Khartoum telah mengirimkan lima warga negara Indonesia (WNI) kembali ke Indonesia pada Minggu (20/8/2023), sebagai tindakan respons terhadap situasi konflik bersenjata yang masih berlangsung di Sudan.

Selama periode ketidakpastian akibat konflik tersebut, kelima WNI tersebut telah diakomodasi di rumah singgah KBRI Khartoum di Port Sudan.

Mereka adalah pekerja migran Indonesia yang bekerja di sektor rumah tangga, dan informasi ini disampaikan melalui siaran pers dari KBRI Khartoum yang diterima pada hari Senin.

Para WNI tersebut sebelumnya telah memutuskan untuk tidak ikut dalam proses evakuasi bersama WNI lainnya yang dilakukan pada bulan April ke Indonesia.

Namun, karena perkembangan konflik bersenjata yang terus berlanjut, kelima WNI ini akhirnya meminta bantuan KBRI Khartoum untuk dilakukan evakuasi.

Sebagai catatan, Pemerintah Indonesia sebelumnya telah memulangkan lebih dari 1.000 WNI yang tinggal di Sudan sejak konflik bersenjata antara tentara Sudan (SAF) dan milisi Pasukan Dukungan Cepat (RSF) pecah pada tanggal 15 April.

Data dari KBRI Khartoum menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 1.209 WNI yang tinggal di Sudan, yang mayoritas di antaranya adalah pelajar dan mahasiswa.

Di sisi lain, Badan Bantuan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) mencatat bahwa dampak konflik di Sudan telah menyebabkan sekitar 20 juta orang mengalami kelaparan akut.

Beberapa wilayah yang terdampak parah oleh kelaparan tersebut mencakup Khartoum, Kordofan Selatan dan Barat, serta wilayah Darfur, sebagaimana yang diungkapkan oleh WFP.

Sumber: Antara

Advertisement