Sejumlah Wilayah di Jabar Alami Bahaya Kekeringan

Puncak kekeringan di Indonesia Agustus sampai September, dilanjutkan dengan fenomena El Nino yang ikut memperpanjang kemarau.

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 23 Agustus 2023, sejumlah wilayah di Jawa Barat sedang menghadapi bencana hidrometeorologi berupa kekeringan. Kekeringan ini terjadi di 28 kecamatan yang tersebar di 11 kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pemerintah daerah yang terdampak telah mengambil solusi jangka pendek dengan menyediakan pasokan air bersih kepada penduduk.

“Dalam mengatasi situasi kekeringan di wilayah tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam distribusi air bersih kepada masyarakat,” katanya, dilansir dari Antara.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani lahan-lahan yang terdampak oleh kekeringan. Saat ini, proses pendataan sedang dilakukan untuk mengetahui luas lahan yang terdampak.

Sebanyak 19.464 rumah tangga membutuhkan pasokan air bersih, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendistribusikan total 525.500 liter air bersih kepada masyarakat di wilayah yang terdampak oleh kekeringan.

Beberapa wilayah yang terkena dampak kekeringan meliputi Kabupaten Bogor, Bekasi, Sukabumi, Bandung Barat, Garut, Cirebon, Subang, Ciamis, Majalengka, Karawang, dan Pangandaran. Kecamatan yang paling banyak mengalami kekeringan berada di Kabupaten Bogor, dengan total 13 kecamatan.

Terdapat tiga belas kecamatan di Kabupaten Bogor yang mengalami dampak kekeringan, yaitu Kecamatan Jasinga, Citeureup, Babakan Madang, Jonggol, Rancabung, Ciseeng, Cibungbulang, Sukajaya, Cisarua, Leuwisadeng, Tanjungsari, Cariu, dan Tenjo.

Advertisement