YOGYAKARTA – Memperingati 10 tahun Gempa Yogyakarta, puluhan anak dari sekolah TK ABA As-Salam dan TK Bethesda berkumpul di depan rumah simulasi gempa di halaman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Mereka melakukan simulasi gempa, beberapa anak diminta masuk ke rumah simulasi gempa. Di rumah tersebut terjadi goyangan seperti ketika terjadi gempa. Kemudian mereka diperintahkan menggunakan penutup kepala yang kebetulan di situ ada helm.
Kemudian mereka bersembunyi di bawah meja dan tunggu sampai tidak terjadi gempa. Anak-anak pun dengan sigap melaksanakan perintah tersebut. Setelah selesai, dan ditanya tentang perasaannya ada yang mengatakan takut dan ada yang merasa senang.
Kegiatan ini tentunya untuk melatih anak-anak dalam menghadapi resiko bencana, karena selama ini banyak masyarakat yang berlari ketika gempa terjadi, “Padahal itu justru akan membahayakan mereka,” kata Koordinator Training ASB (Arbeiter Samarter Bund) Rani Sawitri, dikutip dari Republika.co.id.
Sementara itu Koordinator Forum Pengurangan Risiko Bencana DIY, Rani Ayuhapsari, mengatakan ada sekitar 100 TK-SD yang diundang dalam kegiatan ini. “Kami mulai memperkenalkan kepada anak-anak sekolah untuk belajar mengenai pengurangan risiko bencana. Dan kami ingin mendekatkan dan mengenalkan anak kepada BPBD sebagai SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang memiliki mandat dalam penanggulangan bencana,’’ kata dia.
Menurutnya, Refleksi 10 Tahun Gempa ini tidak hanya menyampaikan tentang pengurangan risiko terhadap bencana gempa saja, melainkan juga 12 risiko ancaman bencana yang bisa terjadi di DIY.
‘’Kami ingin menyadarkan kepada masyarakat bahwa di DIY ada 12 ancaman bencana. Refleksi 10 tahun gempa ini hanya sebagai entry point karena sebetulnya ada ancaman bencana lain yang juga perlu disadarkan,’’ ujarnya.





