JAKARTA, KBKNEWS.id – Indonesia bersama Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA) mengutuk keras serangan yang menargetkan dua masjid di wilayah Ramallah utara, Tepi Barat, Palestina.
Kecaman tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI sebagai respons atas meningkatnya kekerasan terhadap warga dan fasilitas keagamaan Palestina.
Dalam pernyataan itu, delapan negara menegaskan bahwa serangan terhadap Masjid Agung di desa Jiljilya dan Masjid Al-Farouq di desa Mazar’a al-Nubani merupakan pelanggaran serius terhadap kesucian tempat ibadah, hukum internasional, hukum humaniter internasional, serta resolusi-resolusi PBB yang relevan.
Mereka juga mengecam berbagai tindakan yang dinilai ilegal di wilayah Palestina yang diduduki karena berpotensi memperparah ketidakstabilan dan menghambat upaya perdamaian.
Para menteri luar negeri dari negara-negara tersebut menyatakan bahwa Israel sebagai kekuatan pendudukan harus bertanggung jawab atas serangan yang terjadi.
Mereka mendesak komunitas internasional untuk menjalankan tanggung jawab hukum dan moral dengan menekan Israel agar menghentikan eskalasi di Tepi Barat, mengakhiri kekerasan yang dilakukan para pemukim, serta memastikan para pelaku tidak lolos dari pertanggungjawaban hukum.
Selain itu, mereka kembali menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara yang merdeka serta berdaulat berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Dukungan juga diberikan terhadap upaya mewujudkan perdamaian yang adil, menyeluruh, dan berkelanjutan melalui solusi dua negara sesuai hukum internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab.
Serangan terhadap dua masjid tersebut terjadi pada Rabu malam (17/6), ketika para pemukim Israel dilaporkan membakar sebagian bangunan masjid dan mencoret dinding dengan slogan berbahasa Ibrani.
Insiden itu menambah daftar panjang serangan yang menargetkan kota-kota Palestina, tempat ibadah, lahan, dan properti warga di Tepi Barat.





