NANJING – Ini kisah mengharukan dari seoang ibu yang tak mampu. Demi membahagiakan anaknya di hari anak, 1 Juni lalu, ia terpaksa mengutil sepotong paha ayam dan sebuah buku cerita anak-anak yang akan dijadikan hadiah untuk putrinya yang sedang sakit, dari sebuah supermarket di Nanjing, Tiongkok.
Adalah Liu Jinxia, merupakan warga Shandong. Ia memiliki putri kembar berusia 7 tahun, namun salah seorang putrinya menderita penyakit ginjal.
Baru-baru ini, dia membawa putrinya yang sakit itu ke Nanjing untuk mengobati penyakitnya. Namun, pengobatan untuk sakit ginjal di Nanjing sangat mahal. Liu hanya memiliki duit 3.000 yuan, dana itu sudah dipakai untuk modal hidup dan biaya perjalanannya dari Shandong ke Nanjin.
Di Shandong, Liu bekerja sebagai pemulung, ia hanya mampu berhasil mengumpulkan uang sekitar 50 yuan per hari. Beban hidup dia tanggung sendiri untuk membesarkan kedua putri kembarnya, sementara suami telah pergi meninggalkannya.
Untuk menghemat uang saat di Nanjing, ibu dan anak itu menyewa kamar dua meter persegi. Sebelum Hari Anak, putri Liu yang sakit, sangat ingin memakan paha ayam.
Jadi, sehari sebelum Hari Anak, Liu berjalan-jalan ke supermarket lokal untuk membeli sayuran, tapi ketika dia melihat paha ayam dijual, dia tidak bisa menahan diri. Ia ingat anaknya dan menyambar salah satu paha tersebut yang akan dihadiahkan kepada putrinya.
Ketika menyusuri stand buku-buku cerita bergambar untuk anak-anak, ia juga tidak bisa menahan diri. Ia mengutilnya.
Seperti dilansir Shanghaiist, malang bagi Liu, sebelum keluar toko tersebut alarm berbunyi, ia tertangkap keamanan ketika hendak meninggalkan toko. Akhirnya ia harus berurusan dengan polisi.
Namun, kisah sedih ini berakhir bahagia. Petugas polisi yang menanggapi panggilan tersebut bukannya membawa Liu ke kantor polisi.
Polisi memposting ceritanya untuk WeChat dan meminta teman-temannya apakah mereka bisa membantu. Dalam waktu singkat, ia telah mengumpulkan dana 10.000 yuan untuk Liu dan putri kembarnya.
Cerita itu semakin viral di netizen Tiongkok dan hadiah untuk anak Liu di Hari Anak menjadi membengkak sehingga terkumpul dana 300.000 yuan.
Dana itu, sangat cukup untuk menutupi seluruh biaya pengobatan anaknya Liu. Tapi cerita tersebut tidak lagi hanya sekedar gerakan amal di media sosial. Akan tetapi netizens mulai berbicara mengenai lebarnya kesenjangan sosial di Tiongkok dan kurangnya fasilitas layanan kesejahteraan bagi orang miskin dan orang miskin yang sakit.
“Wanita ini tidak bersalah. Untuk jenis kejahatan itu, seluruh masyarakat yang harus disalahkan,” tulis salah satu netizen.
“Si miskin benar-benar tidak boleh sakit. Sebuah penyakit tunggal dapat menghancurkan rumah tangga,” komentar yang lain.
“Selain pajak kita harus membantu keluarga seperti ini. Ini mengerikan, jika dibiarkan terjadi,” jawab yang lain.







