
KOMUNITAS dunia termasuk Amerika Serikat yang selalu memveto resolusi terhadap Israel di DK PBB dan negara-negara Uni Eropa mendesak rezim negara Yahudi itu untuk memberikan perlindungan maksimal bagi penduduk Gaza, Palestina.
Jubir Kemlu Jerman Sebastian Fischer (4/12) mengemukakan, sudah terlalu banyak warga sipil terbunuh selama konflik Hamas vs Israel, sehingga kami berharap agar Israel tidak hanya meminta warga sipil menjauhi zona perang, tetapi juga menyediakan tempat berlindung.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota senior Partai Demokrat AS, Berbie Sanders dan sejumlah politisi partai tersebut yang mengingatkan Presiden Joe Biden agar bantuan militer yang diberikan pada Israel harus dibarengi peringatan pada negara Yahudi itu untuk menekan angka korban sipil Palestina.
“Sudah saatnya AS menggunakan pengaruh substansialnya, pendekatan chek kosong harus diakhiri, “ kata Sanders ditujukan pada cabinet AS pimpinan Biden yang sedang membahas bantuan militer sebesar 106 miliar dollar AS untuk Israel.
Sementara senator yang mewakili Marryland dari Partai Demokrat, Christ van Holen mengemukakan, ada perbedaan besar antara meminta dan mendapatkan komitmen dar rezim pemerintah PM Israel Benjamin Netanjahu untuk mengurangi korban sipil dan memperbaiki kondisi kehidupan di Gaza.
Seruan Van Hollen itu agaknya didengar oleh penguasa di Israel yang telah mengunggah peta memuat jalur-jalur aman bagi penduduk Gaza untuk keluar dari zona berbahaya.
Sejak bombardemen yang dilancarkan Israel sebagai balasan peluncuran ribuan roket, penyerbuan dan penyanderaan warga sipil oleh Hamas pada 7 Okt., lebih separuh dari 2,3 juta warga di Gaza utara mengungsi ke Gaza selatan, namun pasca berakhirnya gencatan senjata (Jumat, 1/12), Israel terus memperluas bombardemen aksi dari udara dan serangan pasukan darat ke Gaza selatan.
Sejak pasca gencatan senjata saja, ratusan korban warga Gaza berjatuhan lagi, menambah dari sekitar 15.500 orang yang tewas, termasuk 10.000-an anak-anak dan perempuan sejak awal serangan Israel.
Israel sendiri, seperti ditegaskan PM Netanjahu, bersumpah untuk melanjutkan perang terhadap Hamas hingga seluruh elemen sayap militer Palestina itu dimusnahkan sehingga tidak mampu lagi mengancam negaranya.
“Kita akan terus berperang sampai kemenangan tercapai, “ tandasnya, di tengah kecaman penduduk dunia atas aksi bombardemen yang banyak korbannya adalah warga sipil Palestina.
Hamas menuding Israel degan sengaja menyasar obyek-obyek sipil seperti bangunan sekolah, rumah sakit, bahkan tempat-tempat ibadah, sebaliknya Israel berkilah perang yang dilancarkan adalah aksi untuk membela diri.
Sebaliknya Israel juga mengklaim menemukan ratusan kilometer terowongan di bawah bangunan umum di Gaza yang digunakan pihak Hamas untuk bersembunyi atau melancarkan serangan terhadap pasukannya.
Upaya damai antara Israel dan Palestina yang diajukan PBB berupa “solusi dua negara” yakni negara Palestina dan Israel yang hidup berdampingan, agaknya masih jauh “panggang dari api”.




