
Libya- Dalam beberapa bulan terakhir, akibat kecelakaan perahu yang mengangkut ribuan migran, tercatat ada 133 jenazah migran yang ditemukan terdampar di kota sebelah barat Libya.
Hal ini diungkapkan Organisasi Bulan Sabit Merah, sebagaimana dilansir Reuters pada Minggu (5/6/2016).
Menurut Juru bicara Bulan Sabit Merah Al-Khamis al-Bosaifi, dari 133 jenazah tersebut tiga perempat di antaranya perempuan dan lima anak-anak.
Ia menambahkan tidak ada dokumen atau keterangan data yang bisa didapat di dekat jenazah-jenazah itu ditemukan. Dengan kondisi yang sudah membusuk, diperkirakan mereka berasal dari sub-Sahara Afrika.
Sementara itu menurut keterangan pejabat keamanan setempat para migran sepertinya berangkat dari kota Sabratha. Pekan lalu memang terdapat lonjakan keberangkatan perahu yang menyebabkan kematian ratusan migran.
Ribuan migran berharap dapat cepat tiba di pantai Italia dan Libya dengan berani membayar ratusan dolar pada para pelaku perdagangan manusia tanpa mempedulikan resikonya.




