NEW YORK – Laporan tahunan PBB mengenai anak-anak dan konflik bersenjata menempatkan koalisi pimpinan Arab Saudi ke dalam daftar hitam pelanggar hak anak setelah menemukan mereka bertanggung jawab atas 60 persen dari 785 kematian anak di Yaman tahun lalu.
Karena itu, Pemerintah Arab Saudi pada Senin (6/6/2016) meminta PBB “mengoreksi” laporan yang menyalahkan koalisi militer pimpinannya di Yaman atas kematian ratusan anak dan memperingatkan bahwa itu bisa merusak perundingan damai.
Duta Besar Arab Saudi Abdullah al-Mouallimi mengatakan kepada para reporter bahwa dia “sangat kecewa” dan “terganggu” oleh laporan itu dan mengatakan angka 60 persen tersebut “terlalu dibesar-besarkan.”
“Kami meminta agar laporan itu dikoreksi dengan segera supaya tidak merefleksikan tuduhan terhadap koalisi dan Arab Saudi secara khusus,” katanya kepada para reporter setelah menemui Deputi Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara guna mendukung Presiden Yaman Abedrabbo Mansour pada Maret 2015 guna memukul mundur pemberontak Houthi, setelah mereka merebut ibu kota Sanaa dan beberapa wilayah lain di negara itu.
Seperti dikutip dari Antara, perang tersebut menewaskan sekitar 6.400 orang dan menyebabkan lebih dari 80 persen penduduknya sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan menurut PBB.





