Karhutla Kepung Kalbar, Warga Pontianak Memohon Hujan Lewat Salat Istisqa

Tiga juta warga terpapar langsung asap akibat karhutla yang melanda seluruh wilayah Kalimantan Indonnesia dan sebagian Sumatera sejak Juli lalu (foto; Metro)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Ribuan warga memadati Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (29/8/2026) pagi untuk mengikuti salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salat Istisqa dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WIB. Sejumlah jemaah terlihat mengenakan masker selama pelaksanaan salat sebagai perlindungan dari paparan asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalbar.

 

Kegiatan tersebut melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, IAIN Pontianak, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar, Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak, serta pemerintah daerah.

Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar masyarakat dalam menghadapi kemarau dan dampak karhutla yang menyebabkan kualitas udara memburuk. Warga berdoa agar hujan segera turun sehingga dapat membantu mengatasi kebakaran dan mengurangi kabut asap.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko kebakaran. Kondisi tersebut tidak hanya memicu kebakaran lahan, tetapi juga membuat kebakaran bangunan berpotensi lebih cepat membesar.

Menurut Edi, penanganan karhutla membutuhkan berbagai upaya, termasuk ikhtiar melalui doa bersama masyarakat.

“Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kemarau dan memburuknya kualitas udara. Kita tidak hanya berupaya di lapangan, tetapi juga meminta doa agar segera diturunkan hujan yang berkah,” kata Edi.

Edi berharap hujan segera turun di wilayah Kalbar. Hujan diharapkan dapat membantu memadamkan titik-titik kebakaran, mengurangi kabut asap, sekaligus memperbaiki kualitas udara, termasuk di Kota Pontianak.

Kondisi kabut asap akibat karhutla juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalbar dilaporkan telah mencapai sekitar 165 ribu kasus.

Di tengah kondisi tersebut, salat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual masyarakat sembari berbagai upaya penanganan karhutla terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran dan menjaga kualitas udara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here