Kerukunan di Tengah Natal

Persiapan Natal cerminan kerukunan umat beragama, selain dikawal aparat keamanan (TNI, Polri) juga remaja masjid, Pemuda Ansor dan Ormas lintas agama

SEKITAR 107,63 juta (39 persen)  dari total 278,7 juta penduduk Indonesia diprediksi akan melakukan perjalanan selama liburan Natal dan Tahun Baru 2024 sehingga persiapan ekstra terkait keamanan, kelancaran dan kenyamanannya perlu dirumuskan.

Pergerakan masyarakat tahun ini, kata Menhub Budi Karya Sumadi, (20/11), diprediksi bakal meningkat sekitar 143,7 persen yakni dari 44,17 juta orang ke 107,63 juta orang dibandingkan masa liburan Nataru tahun lalu.

Hampir separuhnya (48,7 juta orang atau 45,3 persen) atau mayoritas “traveller” akan menghabiskan waktunya di tempat-tempat liburan atau destinasi wisata yang tersebar di seluruh wilayah, sedangkan 32,5 juta orang lagi (30,2 persen) memilih pulang kampung atau mudik.

Kendaraan pribadi roda empat masih menjadi moda angkutan favorit para traveller selama liburan Nataru (35,6 persen, diikuti sepeda motor (17,9 persen), naik transportasi umum KA (13,2 persen), pesawat udara (11,9 persen), bus (10,9 persen), kapal penyeberangan (enam persen) dan kapal laut (3,4 persen)

Lonjakan jumlah penumpang angkutan umum juga diprediksi berakibat terjadinya penumpukan manusia di sejumlah simpul transportasi baik di titik keberangkatan mau pun kota-kota tujuan.

Untuk mengntisipasi lonjakan arus traveller yang didominasi angkutan jalan raya  yang menjadi favorit selama periode liburan Nataru, pemerintah menyiapkan 192 Km jalan tol fungsional

Untuk angkutan KA, kepadatan bakal terjadi di St. Senen, St Gambir, St Sidoarjo (Jatim), St Tugu (DIY), St Bandung, sedangkan pergerakan penumpang bus di Terminal Amplas, Medan dan Terminal Purboyo (Madiun).

Penumpukan Calon Penumpang

Sedangkan untuk transportasi udara, penumpukan calon penumpang diprediksi terjadi di Bandara Soeta (Banten), Bandara I Ngurah Rai (Denpasar), sedangkan angkutan ferri di Pelabuhan Merak (Banten), Pelabuhan Tg Perak (Surabaya) dan Pelabuhan Tenau (Kupang).

Titik pergerakan terbesar para traveller diperkirakan berasal dari Jawa Timur, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, sebaliknya tujuan perjalanan didominasi ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jabodetabek serta Yogyakarta.

Sedangkan puncak arus keberangkatan diprediksi akan terjadi,  Jumat (22/12), Sabtu (23/12) serta sepekan sesudahnya (30/12), sedangkan puncak arus balik, Selasa (26/12), Senin (1/1, 2024) dan Selasa (2/1).

Yang juga lebih penting untuk diantisipasi adalah potensi kecelakaan yang mengintai setiap puncak arus perjalanan termasuk di tengah liburan Nataru.

Pada masa liburan Nataru 2023, tercatat oleh Korlantas, 62 orang tewas, 40 luka-luka dan 516 luka ringan. Angka kecelakaan meningkat 11 persen dibandingkan periode sama 2019 (sebelum pandemi Covid-19) walau jumlah korban meninggal, turun 40 persen.

Antisipasi dan persiapan yang lebih baik, baik petugas, prasarana oleh instansi terkait dan sarana angkutan oleh operator serta  kesiapan para traveller (kesehatan, mental dan kendaraan terutama rem dan mesin) diharapkan bisa menekan kecelakaan.

Jangan sampai, suasana liburan yang menyenangkan berubah menjadi musibah!

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here