spot_img

Jungle Chef, Petualangan Kuliner Mendebarkan di Pedalaman Papua

JAYAPURA – Apa yang kamu bayangkan jika tersesat di pedalaman hutan Papua? Pasti ada beragam jawaban, dari yang menakutkan hingga menyenangkan bagi para pencinta petualangan.

Bersama seseorang yang mengerti hutan Papua, pengalaman yang menarik pasti akan terjadi. Setiap detail di hutan Papua memiliki kisah menarik yang dapat diceritakan.

Salah satu hal menarik di hutan tersebut adalah ketersediaan makanan yang melimpah. Bagi yang memahami alam dengan baik, hutan adalah seperti pasar gratis dengan banyak bahan makanan yang dapat diolah ketika harus tinggal lama di dalamnya.

Demi merasakan edukasi dan pengalaman tersebut, muncullah konsep “Jungle Chef”. Komunitas Papua Jungle Chef memiliki misi utama untuk menginspirasi anak-anak muda Papua agar memahami dan mempelajari kuliner lokal mereka.

Charles Toto, atau Chef Chato, menjadi tokoh utama dalam komunitas ini dengan misi besar untuk meningkatkan popularitas kuliner Papua. Sebagai “Jungle Chef”, kehidupannya membawanya ke petualangan kuliner yang menakjubkan di hutan Papua.

Chef Chato, yang lahir di Jayapura, awalnya bekerja sebagai koki di hotel sebelum memutuskan untuk mengeksplorasi dunia kuliner yang lebih menantang. Pengalamannya termasuk memasak langsung di lokasi wisata saat bekerja di agen perjalanan, dengan perbedaan utama terletak pada peralatan yang digunakan.

Di hutan, Chef Chato mengandalkan sumber daya alam seperti kayu bakar, pasir, dan bahkan kaleng bekas yang diubahnya menjadi cetakan roti sagu. Sebagai orang asli Papua, ia melihat alam sebagai penyedia peralatan dan bahan makanan asli.

Keunikan Chef Chato terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan dan budaya setempat saat memasak di pedalaman hutan Papua. Ia belajar bahasa dan budaya lokal, memahami bahan-bahan dan teknik memasak yang digunakan oleh suku-suku di pedalaman.

Selama perjalanannya sebagai Papua Jungle Chef, Chef Chato terus mengeksplorasi kuliner Papua yang kaya akan cita rasa dan bumbu autentik dari wilayah lainnya. Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan, ia tetap mencintai pekerjaannya yang penuh suka dan duka.

Perjalanan panjangnya memasak di hutan dan wilayah terpencil mengajarkan keuletan, ketahanan, dan kreativitas dalam mengolah bahan sekitarnya. Chef Chato seringkali tinggal berbulan-bulan di pedalaman karena cuaca buruk atau sulitnya kembali ke peradaban.

“Sup makucula,” hidangan unik Chef Chato dari pohon sagu, selalu menjadi hidangan andalan untuk tamu yang ikut perjalanan kuliner bersamanya. Ini mencerminkan cara Chef Chato memanfaatkan bahan lokal dan tradisional untuk menciptakan hidangan lezat.

Chef Chato tidak hanya berkiprah di Papua, tapi juga memasak di wilayah lain, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), berbicara di konferensi chef tradisional di Italia, demo memasak di Qatar, seminar memasak alam di Australia, dan bahkan di kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace yang mengelilingi dunia.

Dengan pengalaman memasak untuk selebriti seperti Mick Jagger dan Melinda Gates, Chef Chato telah membawa cita rasa Indonesia ke berbagai penjuru dunia, diakui sebagai bentuk “Gastrodiplomasi.”

Dengan lebih dari 25 tahun pengalaman di dunia kuliner Papua, Chef Chato memiliki visi besar untuk masa depan kuliner Papua. Dia mengajak generasi muda untuk menghargai dan mengembangkan warisan kuliner mereka sendiri, melalui promosi makanan lokal, pengembangan resep tradisional, dan pemanfaatan bahan-bahan lokal.

Papua Jungle Chef, yang dipimpin oleh Chef Chato, bukan hanya menjalani petualangan kuliner di pedalaman Papua, tapi juga menjadi duta kuliner yang mempromosikan kekayaan cita rasa dan keberagaman kuliner Indonesia. Dengan semangatnya, Chef Chato terus menginspirasi orang, khususnya generasi muda, untuk menjelajahi dan menghargai kekayaan kuliner Indonesia, tidak hanya di Papua.

Ekowisata Papua

Chef Chato telah menggerakkan ekonomi wisata Papua dengan menjaga keaslian konsep mengenal dan merasakan hutan Papua secara langsung. Sebagai dampak domino, masyarakat sekitar juga terlibat dalam upaya mempertahankan keaslian tersebut.

Billy, seorang pemandu wisata di Jayapura, sering mengundang Chef Chato untuk menjadi bagian dari penyaji menu wisata Papua yang ditawarkannya. Ia mengatakan bahwa banyak tamu yang menginginkan pengalaman autentik Papua daripada hanya mencicipi makanan khas di restoran.

“Banyak tamu kami yang ingin merasakan Papua secara autentik, karena itulah sensasi yang dicari, daripada hanya makanan khas yang ada di restoran,” kata Billy, dilansir dari Antara.

Billy juga aktif mengajak masyarakat sekitar untuk mengembangkan konsep kuliner Papua asli, seperti dengan budi daya ulat sagu, agar keberadaannya tidak langka bagi wisatawan yang mencari sensasi makanan alam Papua.

Chef Chato dan Billy bekerja sama dalam mempromosikan ekowisata Papua secara langsung, bahkan sering berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata pada acara khusus. Ekowisata atau ekoturisme menjadi kegiatan pariwisata yang memperhatikan konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya, dan pendidikan.

Untuk menjaga keaslian Papua, Komunitas Jungle Chef didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan menyediakan tempat pengeringan untuk olahan bahan masakan Papua. Masyarakat sekitar ikut aktif dalam menghasilkan bumbu alam yang dikeringkan untuk dijual sebagai oleh-oleh lokal.

Contohnya, tempat pengering ini menghasilkan bahan makanan eksotis Papua seperti garam hitam, keripik keladi, sayur paku, udang selingkuh, dan rempah kering melalui teknik pengeringan makanan tradisional.

Ulin Epa, seorang pengusaha makanan tradisional Papua, menyambut baik konsep Jungle Chef sebagai promosi ekowisata Papua. Hal ini membantu usahanya karena turis lebih mengenal dan penasaran dengan jenis makanan asli Papua, sehingga masyarakat setempat dapat menawarkan produk kuliner autentik Papua.

Ulin dan warga Papua berharap bahwa ke depannya akan ada peningkatan kunjungan turis asing maupun lokal ke Papua, tidak hanya untuk menikmati eksotisme alamnya, tetapi juga mencicipi kuliner asli Papua.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles