
JAMBI – Bencana banjir menjadi ancaman serius bagi penduduk Jambi. Saat ini, beberapa wilayah di Bumi Melayu terendam banjir, termasuk Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Tebo.
Ratusan rumah warga di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh terendam banjir luapan air Sungai Batang Merao akibat hujan dengan intensitas tinggi di daerah itu, selama beberapa hari terakhir.
Perwira Urusan Penerangan Umum Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Jambi, Ipda Alamsyah Amir mengatakan bahwa polda setempat mencatat banjir menggenangi 932 rumah warga di daerah tersebut.
“Berdasarkan data yang kami terima, banjir sudah menggenangi 932 rumah warga,” kata dia, dilansir dari Antara.
Sebanyak 16 desa di daerah tersebut tergenang banjir. Di Kabupaten Kerinci terdapat beberapa wilayah yang saat ini dilanda banjir, yaitu Kecamatan Gunung Kerinci, Siulak, Siulak Mukai, Air Hangat, Air Hangat Barat, dan Depati Tujuh.
Di Kota Sungai Penuh banjir melanda beberapa kecamatan. Data BPBD Sungai Penuh menyebutkan, ribuan rumah warga di empat kecamatan di kota itu meliputi Hamparan Rawang, Koto Baru, Kumun Debai, dan Tanah Kampung terendam banjir sejak Minggu (31/12/2023).
Banjir juga menggenangi beberapa fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan dan ruas jalan ke daerah tersebut. Banjir di Kerinci dan Sungai Penuh menyebabkan 2.942 jiwa dievakuasi ke tempat aman.
Korban banjir telah dievakuasi ke fasilitas umum yang tidak terdampak banjir dan rumah keluarga yang aman.
Polres Kerinci telah memberikan bantuan dengan menerjunkan personel untuk memantau wilayah tersebut. Kepolisian setempat juga sudah menyalurkan bantuan berupa makanan dan pelayanan kesehatan dengan mendatangkan dokter kepolisian untuk memeriksa kesehatan korban banjir.
Banjir juga melanda ratusan rumah di Kabupaten Tebo, Jambi. Pejabat sementara Bupati Tebo, Aspan, mencatat setidaknya 233 kepala keluarga saat ini mengalami dampak langsung akibat banjir.
“Daerah yang terdampak banjir ini semakin meluas, dan diperkirakan ada 233 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Saat ini banjir sudah merendam di dua kecamatan di Tebo,” kata Aspan, Rabu (3/1/2024).
Menurut Aspan, banjir yang menggenangi daerahnya itu mencapai ketinggian 1 meter. Bahkan, banjir ini membuat dua akses jalan kawasan Padang Lamo yang merupakan satu-satunya jalan akses ke Kecamatan VII Koto dan Kecamatan VII Koto Ilir Tebo ikut terendam.
“Dengan kejadian ini saya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari untuk selalu waspada terhadap naiknya debit air sungai terbesar itu. Tentunya dengan intensitas hujan yang tinggi ini juga bisa meluas,” ujar Aspan.
Saat ini, langkah Pemkab Tebo Jambi sudah memberikan bantuan sembako terhadap warga yang alami dampak banjir. Pemkab juga telah mengaktifkan layanan kesehatan bagi warga yang alami sakit.
“Sementara kita sudah instruksikan ke PDAM Tirta Muaro untuk mensuplai kebutuhan air bersih cat masyarakat terdampak banjir. Sedangkan stok bantuan kita akan melihat lagi luasnya banjir. Akan tetapi sejauh ini sudah kita pastikan stok yang ada ini kan segera berkurang karena bantuan dari provinsi dan pusat belum ada. Namun demikian kita akan segera koordinasi supaya mendapat stok bantuan,” sebut Aspan.
Sejauh ini, bencana banjir sudah diprediksi akan merendam banyak daerah di Jambi. Bahkan Pemprov Jambi memastikan jika selama musim penghujan itu semua daerah Jambi di 11 kabupaten-kota sangat berpotensi terdampak banjir.




