Kisah Sedekah Baju Rasulullah

JAKARTA – Suatu hari, ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan meminta sedekah. Rasulullah menugaskan Sayyidah Aisyah untuk memberikan baju kepada pengemis tersebut.

Dengan senang hati, pengemis itu menerima pemberian tersebut dan pergi ke pasar untuk berteriak di tengah keramaian orang.

“Siapa yang mau membeli baju Rasulullah?”. Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Kemudian, ada seseorang kaya namun buta yang mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya: “Jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka”.

Akhirnya, budak itu berhasil mendapatkannya. Kemudian, diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi. Alangkah gembiranya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah itu, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata:

“Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yang suci ini, kembalikanlah pandanganku”. Kemudian, Masya Allah, dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, ia pergi menghadap Rasulullah dengan penuh gembira dan berkata: “Wahai Rasulullah, pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju Anda sebagai hadiah dariku”.

Sebelumnya, orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. Padahal, biasanya Rasulullah jarang sekali tertawa.

Kemudian, Rasulullah bersabda kepada Sayyidah Aisyah: “Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkah-Nya, ia telah mengayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita”.

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala sedekah itu ada 5 macam:

  • Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.
  • Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.
  • Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.
  • Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orang tua.
  • Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yang alim atau ahli fikih. (bwi.go.id)
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here