
NEGARA serumpun dan bertetangga Korea Selatan dan Korea Utara yang masih dalam status perang sejak 1953 kembali saling menembakkan peluru atileri berat walau tidak diarahkan langsung ke wilayah lawan.
Korean Times melaporkan, Korut menembakkan 200 peluru artileri pada Jumat pagi antara pukul 09.00 dan 11.00 dari wilayah Tanjung Jangsan dan Tanjung Deungsan di wilayah barat daya negara itu yang jatuh di muka laut dekat batas maritim dengan Korut.
Peluru-peluru meriam Korut itu jatuh di perairan Pulau Yeonpyeong yang dihuni sekitar 2.000 orang termasuk sejumlah pasukan penjaga Korsel, berjarak 120 Km di pesisir barat Korsel atau 2,5 jam pelayaran feri dari daratan utama.
Korut beberapa tahun lalu juga pernah menghujani pulau yang merupakan salah satu destinasi wisata itu dengan serangan artileri.
Dalam pernyataannya, militer Korut menyebutkan, penembakan yang dilakukan pasukannya merupakan langkah balasan lumrah atas latihan perang yang digelar Korsel pekan ini.
“Jika musuh melakukan provokasi dengan dalih melakukan tembakan balasan, pasukan kami (KPA) akan membalas dengan keras melebihi yang dilakukan sebelumnya, “ ujar pernyataan staf militer itu.
Sebaliknya Korsel sendiri mengaku, angkatan lautnya merespons aksi Korut tersebut dengan melepaskan tembakan artileri dari kapal-kapal perangnya pada sore hari yang sama (pukul 15.00 waktu setempat).
Yeonpyeong dan sekitarnya merupakan wilayah sengketa perbatasan laut antara kedua negara di mana tercatat terjadi konflik terbuka antara AL kedua negara pada 1999,2002 dan 2009, bahkan pada 2020 sebuah kapal AL Korsel tenggelam bersama 46 awaknya akibat ditorpedo Korut.
Korut yang memiliki rudal-rudal balistik berkemampuan mengangkut kepala nuklir beberapa kali juga menggertak akan menyerang Korsel yang diperkuat sekitar 30.000 anggota pasukan AS dan sistem pertahanan rudalnya.
Sejauh ini, konflik antara kedua negara sebatas retorika, provokasi dengan balon udara oleh Korut memuat baliho memuat kata-kata dengan narasi permusuhan atau pelantang suara berkekuatan besar yang dipasang di dekat perbatasan.
Gertak menggetak antara kedua Korea sejauh ini cuma untuk meramaikan suasana, daripada sepi.




