
JIKA Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan perpanjangan berlakunya gencatan senjata secara sepihak terhadap Iran, Presiden Rusia Vladimir Putin tiba-tiba tanpa aba-aba mengumumkan gencatan sejnata terhadap Ukraina.
Presiden Trump secara sepihak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan dari kesepakatan semula oleh kedua belah pihak pada 8 April, dan semestinya berakhir pada 22 April, namun sampai hari ini diperpanjang sampai waktu yang tidak ditentukan.
Sementara Presiden Putin, seperti dilansir CNN (5/5), tanpa tanda-tanda, baik yang dilontarkan olehnya, pejabat Rusia atau spekulasi media, mengumumkan gencatan senjata dengan Ukraina secara sepihak pada 8 -9 Mei.
Kemhan Rusia memberitakan, Presiden Vladimir Putin telah menginstruksikan agar penghentian serangan dilakukan pada 8-9 Mei, yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Uni Soviet pada Perang Dunia II.
“Sesuai dengan keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, Vladimir Putin, gencatan senjata telah diumumkan mulai 8-9 Mei 2026 … Kami berharap pihak Ukraina mengikuti keputusan ini,” demikian pernyataan Kemhan Rusia, seperti dikutip AFP.
Rusia memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II setiap tahun yang dirayakan dengan parade militer besar-besaran di Lapangan Merah (Red Square).
Namun Rusia juga memperingatkan Ukraina untuk tidak meluncurkan serangan apa pun selama periode ini jika tak ingin menerima balasan lebih parah ke ibu kota Kyiv.
“Jika rezim Kyiv mencoba menjalankan rencana kriminalnya untuk mengganggu perayaan peringatan ke-81 Kemenangan dalam Perang Patriotik Besar, AB Rusia akan melancarkan serangan rudal balasan besar-besaran ke Kyiv,” demikian pernyataan Kemhan Rusia.
Kemhan Rusia juga memperingatkan warga sipil dan staf misi diplomatik asing untuk segera meninggalkan kota Kyiv.
Gencatan senjata versi ZekenskyÂ
Sebaliknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Senin (6/5) mengatakan, pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai rencana gencatan senata yang diumumkan pihak Rusia itu.
Alih-alih menyetujuinya, Zelensky balas mengumumkan bahwa gencatan senjata akan dimulai pada 5-6 Mei.
“Hingga hari ini, belum ada seruan resmi kepada Ukraina mengenai modalitas penghentian permusuhan yang diklaim di medsos Rusia,” kata Zelensky dalam unggahan di medsos X.
“Dalam hal ini, kami mengumumkan bahwa gencatan senjata dimulai pukul 00.00 (2100 GMT) pada malam tanggal 5-6 Mei,” lanjut Zelensky.
Gencatan senjata ini sendiri pertama kali diusulkan Putin saat berbincang dengan Presiden AS Donald Trump melalui telepon pekan lalu. Saat itu, Ukraina mengatakan akan meminta rincian dari AS mengenai tawaran tersebut.
Perang di Ukraina berkecamuk sejak invasi Rusia ke negara tetangganya itu pada 24 Februari 2022 bersamaan dengan rencana Ukraina bergabung ke dalam Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pimpinan AS. Bagi Rusia, masuknya Ukraina ke NATO dianggap bakal mengancam kedaulatannya.
Diperkirakan sudah lebih seratus ribu personil militer kedua belah pihak tewas, belum lagi yang luka-luka, namun perang terus berlanjut sampai hari ini karena Ukraina ternyata tak mudah dikalahkan berkat bantuan militer AS dan kekuatan NATO lainya. (AFP/CNN/ns)




