Spanyol dan Irlandia Desak Komisi Eropa Revisi Hubungan dengan Israel

Ilustrasi Bendera Uni Eropa di depan gedung Markas Komisi Eropa di Brussels, Belgia, Eropa. (Foto: Shutterstock)

OVIEDO – Spanyol dan Irlandia secara resmi meminta Komisi Eropa untuk segera meninjau hubungan dengan Israel, seperti diungkapkan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, Rabu, seiring terjadinya serangan besar di Rafah, Jalur Gaza selatan.

Sanchez menegaskan komitmen Uni Eropa terhadap hak asasi manusia dan martabat, menyoroti situasi kritis di Rafah.

“Komitmen EU terhadap hak asasi manusia dan martabat tidak ada pengecualian,” tulis Sanchez di platform X, menyoroti situasi kritis di Rafah.

Laporan dari Harian Irish Times dan El Pais menyebutkan bahwa Sanchez dan Taoiseach Irlandia Leo Varadkar telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Dalam surat tersebut, keduanya mendesak Komisi untuk melakukan tinjauan mendesak terkait ketaatan Israel terhadap kewajibannya, termasuk berdasarkan Perjanjian Asosiasi UE/Israel yang menegaskan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi sebagai elemen penting dalam hubungan.

Jika terdapat pelanggaran hak asasi manusia, mereka menyarankan Komisi untuk mengusulkan tindakan yang tepat kepada Dewan Eropa.

Para pemimpin menyatakan kekhawatiran mereka terhadap situasi di Gaza, menganggap perlu menentang serangan militer yang meluas di Rafah sebagai ancaman besar yang memerlukan respons internasional.

Mereka mencermati kekhawatiran luas mengenai pelanggaran Israel terhadap hukum humaniter internasional (IHL) dan hak asasi manusia, serta menekankan pentingnya langkah-langkah mengikat dan penilaian dari Mahkamah Internasional.

Selain itu, mereka juga menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza dengan 90% penduduk menghadapi kerawanan pangan akut, risiko kelaparan serius, serta dampak besar terhadap rumah-rumah dan infrastruktur sipil.

Mereka mengajak Uni Eropa untuk terus mendukung badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) dan menegaskan tanggung jawab UE untuk mengambil tindakan dalam mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya cara untuk mencegah kekerasan berulang.

Ini merupakan kali pertama revisi Perjanjian Asosiasi UE/Israel diusulkan sejak berlakunya pada 2000, seperti dilaporkan oleh El Pais.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here