JAKARTA – Kikir, kebalikan dari dermawan, merujuk pada seseorang yang enggan membagi-bagikan miliknya kepada orang lain. Kikir adalah sifat yang dibenci oleh Allah.
Asal-usul kata “kikir” berasal dari Bahasa Arab “bakhil,” yang memiliki arti sangat hemat dalam menggunakan harta atau seseorang yang sengaja menahan kekayaannya untuk tidak dibagikan kepada orang lain.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kikir diartikan sebagai sikap yang terlalu hemat atau pelit terhadap harta benda.
Dalam Islam, kikir tidak hanya berhubungan dengan harta benda, melainkan juga melibatkan sikap pelit dalam memberikan waktu, pengetahuan, atau kebaikan kepada sesama.
Allah SWT membenci sifat kikir, dan larangan untuk bersikap kikir terdapat dalam surah Al-Qur’an Ali Imran ayat 80.
وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا۟ بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebatilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Kikir dapat menyebabkan banyak kerusakan dan bahaya, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Poin-poin yang terdapat dalam penjelasan mengenai bahaya sifat kikir ini didapat dari karya Muhammad Ash Shallabi dalam bukunya yang berjudul Negara Islam Modern menuju Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.
1. Tertahannya Rezeki
Sifat kikir memang dapat menghambat aliran rezeki. Seperti diungkapkan dalam sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari. Dalam hadis tersebut, ditekankan agar kita tidak bersikap bakhil atau pelit karena hal tersebut dapat menyebabkan rezeki menjadi terbatas.
Hal ini tentu menjadi hal yang menakutkan karena tidak dapat disangkal bahwa sepanjang hidupnya, seseorang akan berupaya mencari rezeki sebanyak mungkin, terutama dalam hal materi.
Jika Allah menghendaki rezeki menjadi terbatas, maka akan sulit untuk mengumpulkan kekayaan yang cukup untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.
2. Memutus Silaturahmi
Biasanya, dalam beberapa situasi, hubungan silaturahmi bisa terhenti karena adanya konflik atau ketidaksepakatan antara pihak-pihak yang terlibat.
Hal ini bisa disebabkan oleh dendam, emosi akibat perilaku yang tidak menyenangkan, atau ketidaksukaan seseorang terhadap orang lain akibat sikap yang ditunjukkan. Salah satu sifat yang dapat menyebabkan hal tersebut adalah sifat kikir atau pelit.
Itulah sebabnya mengapa sifat kikir memiliki bahaya, salah satunya adalah dapat memutuskan tali silaturahmi. Hal ini tentu tidak disukai oleh Allah SWT dan dapat memiliki dampak buruk lainnya.
3. Penghalang Masuk Surga
Berlaku kikir dapat menyebabkan kerugian yang signifikan, baik di akhirat maupun dunia. Perilaku pelit ini menjadi penghalang bagi seseorang untuk mencapai surga, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang penipu tak akan masuk surga, demikian pula orang yang kikir dan orang yang mengungkit-ungkit pemberian.” (HR Tirmidzi)
Cara Terhindari dari Sifat Kikir
Mengatasi sifat kikir atau pelit memerlukan kesadaran dan usaha yang tekun untuk mengubah pola pikilr dan perilaku. Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari atau mengatasi sifat kikir:
- Menyadari sepenuhnya jika harta dan kenikmatan lainnya yang dimiliki sifatnya sementara dan bukan milik hak pribadi sepenuhnya.
- Selalu mengingat bagaimana bahaya serta ancaman dari sifat kikir
- Membiasakan diri untuk rela berbagi rezeki meskipun dalam jumlah sedikit. Serta, menanamkan dalam hati bahwa Allah tidak tidur dan pasti akan membalas segala amalan baik yang diperbuat. Begitupun dengan perbuatan buruk yang juga tidak luput dari pandangan Allah.





