BUKITTINGGI – Erupsi Gunung Marapi pada Minggu (18/2) pagi membuat Kota Bukittinggi, dan sekitarnya diguyur hujan abu vulkanik.
Selain letusan, gunung berstatus siaga itu juga terus mengalami hembusan hingga kini. “Hujan abu sudah terjadi sejak malam, namun ketebalannya baru terlihat di pagi hari menjelang siang. Pandangan terganggu, bahkan mengakibatkan batuk,” kata seorang warga Bukittinggi Farid (35).
Sementara Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi mengatakan jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari infeksi saluran pernapasan atas (Ispa).
Ia mengimbau warga melengkapi peralatan lain untuk melindungi mata dan kulit. “Selain itu, juga mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh,” kata Ahmad.
Hingga Minggu, PGA mencatat jumlah letusan Gunung Marapi sebanyak 169 kali dengan hembusan abu vulkanik dari puncak mencapai 1.315 kali.





