JAKARTA – Otoritas Israel telah menyetujui untuk tidak melakukan aksi militer di Jalur Gaza selama bulan suci Ramadan dengan tujuan membebaskan para sandera yang masih berada di sana, seperti yang diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden.
Pada 9 Februari, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan evakuasi penduduk Kota Rafah dan penghancuran batalion Hamas yang tersisa.
Benny Gantz, anggota Kabinet Perang Israel, menyatakan bahwa jika sandera yang ditahan di Gaza tidak dibebaskan pada awal Ramadan, maka perang di seluruh wilayah, termasuk di Rafah, akan terus berlanjut.
“Terdapat kesepakatan dari pihak Israel bahwa mereka juga tidak akan melakukan aktivitas selama Ramadan, untuk memberi kami waktu membebaskan semua sandera,” kata Biden saat wawancara dengan NBC News.
Dia berharap agar kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dapat tercapai pada 4 Maret.




