KENDARI – Seorang balita bernama Fani (2) terseret arus banjir di selokan Lorong Puao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia Kota Kendari, Provinsi Sultra.
Kepala Basarnas Kendari Muhammad Arafah di Kendari, Senin, mengatakan bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 50 meter arah tenggara dari lokasi jatuhnya korban. “Korban langsung dievakuasi dan diserahterimakan kepada pihak keluarganya,” kata Muhammad Arafah.
Dia menyebutkan bahwa dengan ditemukannya korban tersebut, operasi SAR pencarian terhadap satu orang anak yang terjatuh di selokan akibat banjir tersebut dinyatakan selesai dan ditutup.
Sebelumnya, Tim Penyelamat Basarnas Kendari melakukan pencarian setelah Fani dilaporkan hilang oleh personel Brimob Polda Sultra pada pukul 03:45 WITA.
Dia menyebutkan setelah menerima informasi tersebut pihaknya langsung memberangkatkan Tim Penyelamat Basarnas Kendari menuju lokasi untuk memberikan bantuan SAR.
“Jarak tempuh lokasi tersebut dengan Basarnas Kendari sekitar 10 kilometer,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, lanjut dia, beberapa peralatan digunakan yakni mobil penyelamat, perahu karet, aquaeye, palsar medis, palsar evakuasi, peralatan komunikasi, dan beberapa peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Dia menjelaskan bahwa terjatuhnya korban di selokan bermula saat balita itu bersama ibunya terjatuh dan masuk ke dalam selokan.
“Saat terjatuh itu, ibu dan korban terbawa arus air yang disebabkan oleh hujan deras,” jelasnya. Ia menyampaikan bahwa saat itu, ibu korban berhasil diselamatkan usai terseret arus sejauh 25 meter. Namun, balita tersebut terlepas dari ibunya.




