
HAITI – Duta Besar RI Untuk Kuba Nana Yuliana meminta agar tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di ibu kota Port-au-Prince, Haiti, untuk segera meninggalkan negara itu.
Dia mengatakan pada Senin (5/3) sore, sebagaimana dilansir VOA, jika situasi keamanan disana semakin memburuk.
“Kami sudah meminta kepada tujuh WNI yang bekerja sebagai spa therapist di Port-au-Prince agar keluar dari Haiti dan bekerja di tempat yang lebih aman. Meskipun mereka belum mau meninggalkan Haiti dengan alasan lokasi mereka bekerja jauh dari tempat kerusuhan, tetapi saya tetap meng-encourage (mendorong.red) mereka untuk keluar dulu, pindah ke negara lain, hingga situasi aman,” ujar Nana.
Tujuh WNI, yang seluruhnya perempuan, bekerja di dua lokasi spa yang letaknya sekitar 40 menit dari lokasi kerusuhan di jantung Port-au-Prince. Selain karena faktor lokasi, hal lain yang membuat mereka bertahan adalah faktor gaji dan penghasilan lain.
Nana mengatakan pihak KBRI telah menyiapkan beberapa alternatif evakuasi mereka jika situasi semakin berbahaya, antara lain lewat jalan darat dari Port-au-Prince, Haiti ke Republik Dominika, yang berbatasan langsung dengan Kuba. Evakuasi lewat darat tersebut menjadi satu-satunya alternatif saat ini mengingat tidak ada pesawat yang masuk ke Haiti sejak sepekan terakhir.




