Semeru Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter

Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/2/2024). (Foto: ANTARA/Irfan Sumanjaya)

JAKARTA  – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan adanya erupsi Gunung Semeru yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 800 meter.

Yadi Yuliandi, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 05.52 WIB, dengan kolom abu mengarah ke utara, barat daya, dan barat.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 100 detik,” kata Yadi, dilansir dari Antara.

Gunung Semeru, yang secara administratif berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki tinggi puncak mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut.

Kegiatan pemantauan dilakukan dari dua pos pengamatan yang terletak di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dan di Desa Argosuko, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pada sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 13 kilometer dari pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran batu.

PVMBG menekankan waspada terhadap awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang aliran sungai atau lembah yang bermuara di puncak Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada anak sungai dari Besuk Kobokan.

Pada 5 Maret 2024, PVMBG mencatat 83 kali erupsi di Gunung Semeru dengan amplitudo 10-22 milimeter dan durasi gempa 49-153 detik.

Gempa jenis guguran tercatat sebanyak 9 kali, gempa embusan 24 kali, gempa harmonik 1 kali, gempa vulkanik dalam 2 kali, gempa tektonik jauh 4 kali, dan gempa getaran banjir sebanyak satu kali.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here