AMERIKA SERIKAT – Lembaga Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mewakili umat muslim di Amerika mengecam tindakan penembakan di sebuah kelab yang menewaskan 50 orang.
Diberitakan Reuters, Nihad Awad, Direktur Eksekutif lembaga Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), mengatakan bahwa pelaku, Omar Mir Seddique Mateen, tidak berbicara mewakili muslim Amerika.
“Kami mengecam keras, karena ini tindakan keji yang didasari kebencian. dan melanggar prinsip-prinsip kami sebagai warga muslim di Amerika. Doa, hati dan pikiran kami bersama para korban dan keluarganya. ” kata Awad, Senin (13/6/2016).
Mateen adalah warga keturunan Afganistan yang mengaku berkilblat kepada ISIS. Usai melakukan tembakan ia tewas ditembak mati pihak kepolisian.
Peristiwa ini dikhawatirkan mengundang lebih banyak lagi kasus Islamofobia di AS. Warga Muslim AS ramai berbicara di Twitter, mengklarifikasi bahwa tindakan Mateen sama sekali tidak mencerminkan Islam yang sebenarnya.
Sementara itu, dilansir dari The Independent, warga Muslim AS juga berpartisipasi mendonorkan darahnya bagi puluhan korban penembakan lainnya yang mengalami luka-luka.





