JAKARTA – Seseorang yang hatinya telah mati sungguh dalam keadaan celaka. Hati yang mati dapat diibaratkan sebagai laut mati yang tidak memiliki kehidupan. Bahkan, seekor ikan pun tidak dapat bertahan di dalamnya.
Demikian pula hati yang mati, tidak ada amalan yang bermanfaat bagi pemiliknya. Seperti laut mati yang kehilangan kehidupannya karena kadar garam yang berlebihan dan tidak mengalirkan air ke tempat lain.
Ada ungkapan terkenal di kalangan orang-orang saleh dan ulama, “Betapa mengherankan sikap sebagian manusia, mereka menangisi orang yang telah mati jasadnya, akan tetapi mereka tidak menangisi orang yang mati hatinya, sedangkan (mati hati) itu adalah lebih dahsyat (daripada matinya jasad).”
Salah satu cara untuk menghidupkan hati adalah melalui berbagi, seperti mengalirkan kebaikan kepada sesama melalui perbuatan bersedekah.
Dengan bersedekah, seseorang yang mungkin sudah terpuruk dan hampir kehilangan harapan bisa kembali diselamatkan.
Allah Ta’ala berfirman dalam hadis qudsi, “Dan Aku perintahkan kalian untuk bersedekah. Karena orang yang bersedekah seperti orang yang ditawan musuh. Mereka mengikat tangannya di leher, dan dibawa ke tempat pemenggalan. Namun orang itu berkata, ‘Maukah kalian menerima tebusanku?’ Maka orang itu memberi mereka harta tebusan yang banyak sehingga akhirnya dilepaskan.” (HR Tirmidzi)
Mati jasad sudah pasti, akan tetapi, mati hati semoga tak pernah menimpa diri kita. Mari berbagi dengan bersedekah setiap hari untuk menghidupkan hati.





